Pengalaman Ikut #KelanaRasa Chapter Semarang

Halo, selamat siang. 

Sesekali ah nulis sesuatu yang ringan-ringan dengan bahasa yang ringan juga. 

Asli, hari ini ada kejadian yang sedemikian plot twist. 

Jadi ceritanya, hari ini ane ikutan #KelanaRasa chapter semarang. 

Apa itu #KelanaRasa ? Kelana rasa itu EO, trip organizer, culinary solutions bikinan mas @arieparikesit , yang sering banget ngadain traveling tapi dengan ceruk pasar khusus. Travelling plus menggali khasanah kuliner lokal di tempat yang kita kunjungi.

As simple as, travelling tapi ada kuliner-kulinernya gitu deh. All day culinary trip. From one place to one another.

Walaupun cuma ikut menyusul di hari ke-2 , tapi pengalaman kali ini terasa begitu berkesan. 

Pertemuan hari ini diawali dengan bertukar kopi sama mas Arie di loby hotel di tempat doi nginep. 

Tak seberapa kemudian, datangnya pak supir carteran dengan elf-nya yang berjasa mengantar kami kemana-mana selama trip ini berlangsung.

Tadi hari ini kemana aja ?

Well, gue sempat ikutan ke 2 eating spot. 

Pertama, ke nasi goreng Mr.Park. Bukan Park Oppa Oppa korea ya, Park ini maksudnya Pak Taman. Hahaha…

Detailnya di mana? tanya mas Arieparikesit deh. Ikutan tripnya sekalian kalau perlu :p


Tapi yang pasti, kalau berkunjung ke Mr.Park, maka pesanlah nasgor babad parunya. Nasi goreng dibikin dadakan fresh from wajan, ditaburi aneka isian babad, paru dengan porsi yang ga pelit. Plus selimutan telor dadar hangat gurih karena yang dipakai adalah telor bebek fresh. Dapat dari peternak kemarin sorenya. Lazisnya sahih. 

Setelah Pak Taman, rombongan juga mengunjungi rujak cingur Yu Sri, di bilangan Pekunden Semarang.

Di sini yang khas, dan wajib pesan adalah petis kangkung cingurnya. Semua tertata pas. Overall, in balance composition. Kangkung segar nan fresh, cingur yang kenyalnya pas, komplit dengan siraman petis udang yang….. hm… Harum semerbak.  Oppa oppa pasti bakalan bilang:  ini…. daebak!

Minumnya? Es kolak klapa atau es kolak cincau. Glek glek glek, segernya bener-bener penghapus dahaga.


Selain wisata kuliner, kita juga diajak ke lawang sewu. 

Seru ! 

Di sana kita diajak berkeliling, wisata sejarah. Ternyata, ane juga baru tau kalau lawang sewu itu dulunya kantor administrasi perusahaan kereta api Belanda Nederlands Indische Spoorweg Maaskapiij atau biasa disingkat NIS. Maka, tak mengherankan, penduduk sekitar lawang sewu, dulunya menyebut gedung itu dengan panggilan gedung NIS.

Bagaimana lawang sewu dibangun, siapa pembangunnya, perjalananya yang beberapa kali alih fungsi membuat kami serasa kembali ke era kolonial.


Salah satu sudut lawang sewu, mampu membuat kami semua terkekeh geli. Pada saat penjelasan riwayat seragam PT.KAI dari masa ke masa, di sana ada manequinn yang diberi nama Jonan. 

Iya, Jonan, (Ignatius Jonan, eks Dirut PT. Kai yang juga kemudian jadi Menhub. – Kini menteri ESDM- ).

 Pemberian nama itu dimaksudkan sebagai sebuah kenang-kenangan. 

Bukan tanpa alasan manajemen museum berbuat demikian, pengelola (museum) lawang sewu beranggapan bahwa Jonan adalah tokoh yang sudah banyak melakukan innovasi dan perubahan positif bagi industri perkereta-apian negeri ini. 

*Cekrek*! 

“Kirim ke orangnya ah….”, Seloroh salah satu peserta yang ternyata juga teman baik pak Jonan. What a plot twist. 

Tak ayal, Pak Jonan pun ikut geli menerima kiriman gambar itu.
Banyak hal kocak terjadi di sepanjang trip kami. Termasuk tentang penyesalan Mas @ngabdul karena sarapan avocado toast set sebelum pergi sarapan ke nasgor Mr.Park. (Yang porsinya… ya begitulah :p)

Tak heran, trip #KelanaRasaSemarang ini berkesan buat kami semua. 

Terima kasih Om & Tante Syahrir, Aco, bang Noka, Mas @ngabdul dll dan tentu saja, our culinary buddy: Mas @Arieparikesit !

See ya on the next trip !

Advertisements