Definisi Waktu versi Henry van Dyke

Sore teman-teman,

Apa kabar ?

Saya berharap, pertanyaan apa kabar tadi, tak cuma dianggap formalitas basa-basi.

Cukup lama juga ya, Saya nggak menulis. Menulis dengan perlahan, tarik nafas – hembuskan, hening sejenak, kemudian menulis lagi. Ini perkara (meluangkan) waktu.

Pram, salah satu penulis favorit saya, pernah menikmati kemerdekaannya di dalam penjara. Setidaknya, sebagai penulis, ia merdeka. Menulis dengan perlahan, tarik nafas – hembuskan, hening sejenak, kemudian menulis lagi. Sesuatu yang amat sangat jarang bisa kita, (iya kita. – Generasi yang dulunya punya cukup menghabiskan waktu, bermain bola di lapangan luas, berkejar-kejaran sembari, berteriak: “Oper, sini oper!”- ) lakukan.

Ah, di kesempatan yang begitu mewah ini, (meluangkan waktu untuk menulis , di tengah-tengah kesibukan, menjelang akhir jam kerja). Penulis dibuat merenung oleh apa yang pernah diucapkan seorang Henry Van Dyke, seorang novelist, penyair, sastrawan. kenamaan Amerika, di jamannya.

Diantara sajak-sajak dan karya sastranya, salah satu yang paling terkenal berjudul “Time is…”, bunyi sajaknya begini.

“Time is
Too slow for those who Wait,
Too swift for those who Fear,
Too long for those who Grieve,
Too short for those who Rejoice,
But for those who Love,
Time is not.”

Lalu, apa definisi waktu,
menurut versimu ?

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s