Dari Rumit ke Simple dari Kemrungsung Jadi Bahagia

Tahun 2015 ini ada yang baru di pola hidup saya. Nando hidup di ritme desa, jauh lebih lambat dibandingkan kehidupan ritme perkotaan. 

Keinginannya pun menjadi lebih sederhana. Kalau dulu dalam tulisan blog ini pernah terbesit keinginan jadi CEO perusahaan.

Kenyataannya, sekarang keinginannya justru jadi lebih pendek dan simple.

Pengen melihara burung perkutut (manuk kutut). Simpel ya?

Karena ritme hidup di sini sangat pelan, bahkan cenderung pelan sekali. Nando nurhadi yang sekarang, jadi lebih bisa menikmati hidup. 

Bayangno? Kerja opo sing masih bisa pakai sarung di sore hari? bisa tau berbagai macam resource dari berbagai tempat? makin banyak pelanggan makin banyak input dan ide. Lhak penak toh iku sakjane?

Ga ditekan sama atasan. Nek kepingin maju yo kari sregep. 

  
Jam 06.00 biasa sudah bangun. Bersih- bersih kamar, nyapu, buka jendela dll

Jam 07.00 di hari tertentu pergi ke pasar. Belanja aneka sayuran dll. 

Kemarin sempat kaget, saat lebaran harga-harga begitu merangkak naik. Bisa dua kali lipat. 

Jadi kepikiran beli kulkas/lemari pendingin yang lebih besar, supaya bisa muat barang sedikit lebih lama dan banyak.

Pulang dari pasar, mandi. Jaga warung. Kadang cari stok ikan. Atau main ke PAUD di Secang. 

Siang sedikit, masak bareng untuk makan orang banyak. Yang ikut tinggal di sini.

Sesimple iku uripku saiki.

Dari keinginan yang tadi tinggi-tinggi. Sekarang jadi pendek-pendek dan simpel-simpel.

Pengen opo? urip tenang, damai lan berkecupan. Pengen makin ke sini makin cost effisien. 

Sehingga bisa optimum outputnya. Nggak kemahalan nggak kemurahen. Sing cukup. Ojo kakehan. Ojo kekurangan. Kakehan duit lan kekurangan duit sama saja efeknya. Marai ora tenang. Emoh.

PS. Dulu sempet pengen jadi CEO, eh sekarang sama gusti alloh dituruti juga. Tapi versi simpelnya. CEO warung ha ha ha

Emang jadi pimpinan enak? ternyata, ada enaknya ada nggaknya. Kadang mumet mikir. Tapi ya enak juga. Berarti otak masih kepakkek. Lha masih bisa mumet.

Dikiranya minta sesuatu itu nggak diturutin sama gusti alloh? Dituruti. Dengan waktu dan versi yang tepat. Dengan segala konsekuensinya.

Gusti maha asyik. Alhamdu..lillah.

Ternyata kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri. Diri sendiri yang sederhana.

  

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s