Kekuatan keyakinan dalam doa dan Semangkok Bakso 

Malam ini, ada kejadian unik. 

Nando, angie dan mas chandra tiba-tiba kepengen ngebakso. Nggak tiba-tiba juga sih. Sebenernya nando pengen bakso sudah dari 2 mingguan yang lalu.

Tadi, sekitar 7.40 pm tercetus keinginan itu lagi untuk yang sekian kali. 

Dalam hati, ngebatin begini: “Duh pengen bakso nih, magelang adem sih. Ngebakso pasti enak.”

Few moments later,

my sister ask me: “Ndo, laper nggak? ngebakso yuk?”

Tadi itu ya, kalau kelakuan ruhnya keliatan. Udah kayak begini nih. 

 
Untung, sebagai kakak yang baik hati, bersahaja dan menjadi contoh mulia bagi adek adek, ponakan dan anak komplek. ( Wtf! :v ) badan tetap diam dan stay cool pura-pura nggak tau kalau sebenernya itu kepinginan ane juga.

“Oh iya? ngebakso ya? wah ide bagus tuh. Pinter kamu nji, bolehlah. Motornya doni (sepupu) ada nggak ini? pakai mobil aja apa biar ga kehujanan?” *Cie* *Akting* *Berlagak ga punya rencana ngebakso*

“Ah jalan kaki aja.”, jawab angie singkat.

“Wah kalau jalan kaki, aku nitip aja deh.” 

*Teasing as always, also testing how really strong her will was*

“Wah koe nggak mau jalan kaki? pantes gendut!”, elah kampret dijawabnya begini.

((alloh! ini adek ane belum mendapat hidayah? sebulan terakhir masnya makan sayur. Kurusan ini dek ! kurusan!))

…..

“yawis, ayo berangkat.”, kataku tadi ga pengen wacana hanya sebatas jadi wacana.

Berangkatlah kami bertiga. Baru jalan sekitar 250 m, ane lagi lagi ngebatin. Doa penuh harap dan yakin dikabulkan. 

“Ya allah jangan jalan please, kasian ini sodara ane udah malem, capek nyetir jauh masih harus jalan, bawa perempuan lagi. Ntar kalau ada apa apa gimana?”, ngebatin doang sih. 

#JrengJreng

Datanglah tetangga baik kami, om edi. Yang entah bisa-bisanya di jam itu kluyuran naek avanza hitam.

Om ed: “Ngapain ini jalan kaki? pada mau ke mana? ayo bareng om edi aja”

Kami: wah ga enak om merepotkan. #BasaBasilahya emang om edi mau ke mana?

Om ed: Mau ke tempat om Pri di kalisari. Ayo… searah ini. 

Lagi-lagi dalam hati alhamdulillah. 

  
Sepanjang perjalanan, ane berulang-ulang berdoa: Ya allah terimakasih perkenannya kami boleh makan bakso. (Padahal belum makan. :v) Semoga nggak kehabisan. Udah jauh ini. Engkau maha kuasa ya allah.

Sampai TKP, bakso terlihat sudah habis-habisan. Tak lupa sebelum om edi pergi kami ngucapin terimakasih dan sebuah tawaran serius: “Om mau bakso ngga? mau dibungkusin?”

Si om Edi menolak dengan halus. 

“Nggak , nggak usah, udah makan tadi.”

Om edi pun pergi. 

Tadinya, warung kaki 5 itu terlihat penuh. Tapi, setelah kedatangan kami, warung itu nampak lenggang dan terlihat beberapa tempat duduk. Walau pada akhirnya kami memilih duduk lesehan saja di tikar luar.

Setelah mencoba pesan. Ternyata ajaibnya bakso masih ada jam segini (20.00 an). Padahal biasanya habis. 

Bakso komplit yang ane idam-idamkan dari kapan taun masih ada ! Tinggal 2 porsi. Ane dapet satu. Alhamdulillah.

 
Hore masih dapet. Makan, ngobrol seperti biasa. 

Kelar makan, kami tadinya pengen cepet pulang. Tiba-tiba kaki ane kesemutan ga bisa berdiri. 

“Ah yasudahlah. Itung-itung istirahat bentar. Nanti jalan kaki kan ya pulangnya. Alhamdulillah bisa nongkrong bentar.”

Akhirnya baru sekitar jam 21.00 lebih kami pulang. Baru melangkah beberapa meter. 

Ajaibnya: ADA OM EDI LAGI, Dan dia lagi otw pulang ! :)))

“Mau ke mana kalian?”

“Pulang om, habis ngebakso.”

“Yaudah sini sekalian.”

Di perjalanan, dia sempat ngobrol beberapa hal, termasuk cerita tentang sebuah pohon kelengkeng yang dulu tumbuh subur di kampung kami. Beberapa tahun yang lalu memang. 1990 an. Di dekatnya, sering ada kegaiatan wayangan. 

Dan om edi pun mengantar kami pulang, walau tak tepat sampai rumah. Kami pun bersyukur sudah diantar dan tak lupa berterimakasih.

Alhamdulillah ya allah. 

Setelah peristiwa malam ini, ane makin yakin pentingnya keyakinan mutlak dalam berdoa. Tak hanya itu, keyakinan dalam berdoa harus dibarengi dengan isi doa yang baik pula.

Dan sejauh ini, ane memang ga pernah doa yang jelek-jelek. Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. 

Dan seperti biasa, selalu disertai keyakinan penuh akan terkabul dengan cara terbaik di waktu terbaik pula.

Terima kasih Tuhan, Purusha, Pusat semesta. Sungguh engkau maha asyik. Penuh kejutan, kebaikkan dan kasih sayang. 

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s