3 Orang Yang Rutin Berbagi Seputar Manajemen SDM & Human Resources yang Layak Untuk Anda Ikuti

Semarang, nandonurhadi – Tulisan ini juga disponsori oleh orang yang sudah tidur tadi setelah isya, lalu kemudian terbangun di tengah malam. Sembari menulis sembari mengais kantuk. Walau demikian, saya tidak ingin waktu (terbangun) saya ini sia-sia. Dengan menulis, saya mencoba berbagi sesuatu yang informatif dan bermanfaat.

Selamat malam, teman-teman. Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Imsomnia? Ah! Bagus!  Baca tulisan ini sampai habis! Anda tidak akan rugi! Tulisan ini, akan membawa Anda ke tulisan-tulisan dari orang-orang lain yang buah pemikirannya tak kalah menarik.

Kita mau ngobrol apa sekarang? Bagaimana kalau Human Resources (HR)? Topik tersebut adalah suatu bidang kajian yang dalam 2 minggu terakhir begitu menarik perhatian saya. Selain memang karena tema HR sangat jarang saya tuliskan di sini. Satu-dua ada, tapi Anda harus men-scrollnya jauh ke bawah di postingan lama.

Human Resources? Kok kepikiran untuk menulis seputar Human Resource?

Jujur saja, salah satu penyebabnya adalah karena saya pernah mendapat perlakuan kurang mengenakkan ketika ikut bekerja di bisnis milik orang lain. Orang yang sudah pernah merasakan sakitnya dicubit punya dua pilihan: dia akan mencubit orang lain atau … sebisa mungkin tidak melakukannya. Pilihan terakhirlah yang saya ambil.

Dari situ saya belajar, bahwa kita harus menaruh perhatian serius mengenai pengelolaan sumber daya manusia. Bagaimana seseorang merasa bahagia manakala bekerja bersama kita. Menciptakan harmoni. Menciptakan suasana kerja yang mendatangkan banyak berkah dan rejeki.

Well, semua orang bisa saja bekerja, berorganisasi, sehingga ia memiliki pengalaman terkait hal tersebut. Bagaimana mereka mampu mengelola kumpulan manusia, menciptakan harmoni mencapai tujuan tertentu.

Pepatah lama mengatakan bahwa: Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bahkan seorang albert einstein menekankan pentingnya pengalaman dengan berujar: The only source of knowledge is experience.

Namun sayang, tidak semua orang (sempat atau bahkan ingin) berbagi melalui tulisan/blog. Tidak semua bukan berarti tidak ada. Saya beruntung bisa mengenal beberapa orang diantara mereka yang masuk di golongan kedua.

Siapa saja mereka?

 

Saat ini, jikalau diminta untuk mengingat beberapa orang di Indonesia yang rutin berbagi terkait manajemen organisasi, maka salah satu yang langsung muncul di ingatan saya tentu saja Pak Handry Satriago.

Kami pernah beberapa kali berkirim pesan. Dan, dia bukan orang yang pelit untuk berbagi dan menjawab email dari anak muda. Example? Visit my previous post here: https://nandonurhadi.wordpress.com/2013/01/05/bagaimana-mengatasi-konflik-yang-terjadi-antara-ceo-dan-pendiri-organisasi/

I really recommend you to follow his tweets @HandryGE ! Sering kultweet dia. Apa yang dibagikan di twitter adalah pengalaman dia dalam mengelola organisasi. Perjalanan dia puluhan tahun dari pegawai baru di GE Indonesia hingga menjadi orang nomer satu.

Terkadang membahas juga bagaimana Indonesia suatu saat nanti bisa bersaing di tingkat global. Ini contoh kultweet dia yang dirangkum menjadi tulisan blog: http://www.handry-satriago.com/2015/04/tentang-global-talent-persaingan-antar.html?spref=tw


 

Kedua, ada Pak Josef Bataona.

Blognya di portalHR disampaikan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, yet inspiring. Orang seperti beliau tau bagaimana caranya memanusiakan manusia. Simple, ketika ruang ASI belum menjadi sebuah kebutuhan umum yang disadari banyak orang seperti sekarang, beliau sudah melakukannya.  Beliau pun rutin menulis. Salah satu yang menarik menurut saya? coba lihat: http://www.portalhr.com/blog/josefbataona/career-wisdom-2/kapan-managers-siap-menerima-gen-y/

Tak hanya menarik, tetapi juga penting. Gen Y adalah generasi yang kini mulai masuk merintis karir di industri. Anak-anak kelahiran 80-90 an kini sudah mulai merintis karir. Membangun keluarga, menikah, beberapa diantaranya punya anak. Jujur saja, saya tidak punya data akurat mengenai berapa jumlah total Gen Y yang ada di negeri ini. Mencarinya secara mandiri di situs BPS tentu akan lebih membantu Anda daripada mendebat saya di sini.

Saya Gen Y dan hal itulah yang kini seringkali saya lihat saat pertama kali login masuk ke facebook.  Menurut saya, akan menjadi keuntungan tersendiri apabila sebuah perusahaan mengenal karakteristik Gen Y dengan baik. Dan tulisan pak Josef tadi, adalah salah satu contoh tulisan yang –menurut saya–, akan membantu Anda.

 


 

Jika 2 orang yang sudah saya sebut di atas tadi adalah seorang tokoh senior. Indonesia punya satu lagi orang yang juga menaruh perhatian lebih terhadap manajemen organisasi. Yang membedakan orang ini dengan 2 tokoh yang sudah disebut sebelumya? Dia anak muda.

Persamaannya? Dia punya semangat  untuk berbagi mengenai hal-hal terkait manajemen SDM dan perilaku organisasi. And he writes it down on his blog too.

Tulisan dari sudut pandang teoritis? Dia punya. Ini contohnya: https://bimantorokushari.wordpress.com/2014/03/26/politik-kaki-gajah/

Dari sisi praktis? Berdasarkan pengalaman ? He got it too : Bagaimana menanamkan nilai di dalam sebuah organisasi? Part 1 https://bimantorokushari.wordpress.com/2015/03/15/bagaimana-menanamkan-nilai-dalam-organisasi-part-1/

Bagian kedua: https://bimantorokushari.wordpress.com/2015/03/16/bagaimana-menanamkan-nilai-dalam-organisasi-part-2/

Ada yang mau mendukung orang yang sudah saya nominasikan? Yay or nay? Atau Anda punya usulan?

Salam,

@nando_nurhadi

 

 

 

 

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s