ParadokSial: Akhir Kisah Penuh Kejutan Si “Tukang Icip-icip” Mobil Jeremy Charles Robert Clarkson

Semarang, nandonurhadi – Apa kesamaan antara Steven Gerrard dan Jeremy Clarkson?

 “Mereka sama-sama orang Inggris!”. Okay, selain itu? Yang jelas, mereka sama-sama kurang beruntung. Sama-sama mengalami hal berbau ParadokSial bulan ini. 

Stevie mengukir rekor membela liverpool terpendek sepanjang karir profesionalnya. Hanya 38 detik di lapangan. Saat sebelumnya penuh emosi menginjak Ander Herrera, gelandang elegan milik musuh bebuyutan: Machester United. Sangat kontras “nikmat panjang” yang sudah ia rasakan selama ini. Termasuk membalik kedudukan hingga akhirnya menang melawan AC Milan di Istanbul beberapa tahun silam. 

Setali tiga uang dengan salah satu pembawa acara serial otomotif populer asal Inggris. Kontraknya di acara populer Top Gear yang habis akhir Maret ini tak diperpanjang. 

Hal tersebut dikabarkan merupakan buntut dari sikap emosionalnya melabrak dan melakukan apa yang disebut BBC sebagai “unprovoked physical and verbal attack” kepada produser acara itu: Oisin Tymon. 

Publik figur yang disebut terakhir membuat para pemerhati dunia otomotif terhentak.

Bagaimana tidak? Pria bernama lengkap Jeremy Charles Robert Clarkson itu disebut-sebut bakal diberhentikan dari serial TV populer yang ikut membesarkan namanya. 

“Jeremy Clarkson took a slightly dull and failing car programme and turned it in to the biggest factual TV show in the world.”, Ungkap David Sillito koresponden media BBC seperti yang saya lansir dari situs resmi BBC, Kamis (26/3).

Jeremy Clarkson Stats
Top Gear Stats per Maret 2015 | Sumber: BBC World & Gett Images

Menurut pendapat saya, tak banyak yang bisa menggantikan pria yang akrab disapa Jezza itu. 

Konsisten “mencicipi” dan berikan review untuk mobil-mobil dari berbagai pabrikkan yang ada di dunia. 

 Kelebihan lain dari review seorang Jezza adalah ulasan yang ia berikan jujur. Apa adanya. Jelek ia bilang jelek dan vice versa. 

Tentu penggemar TOP Gear masih ingat dengan pernyataannya memaki mobil keluaran pabrikkan asal negaranya. Rover. Rover 75. 

Kontroversial ? Jelas. Tapi itu sekaligus menjadi pertanda apa yang ia ceplas-ceploskan di layar kaca memang begitu adanya. 

Tak banyak yang mampu meneladani Jeremy di luar segala kontroversi tentang dirinya. 

Peraih gelar Doctor of Engineering dari Oxford Brookes University itu juga tak melulu serius, sehingga ulasannya bisa dinikmati dan tentu diingat. 

Di episode 22 kemarin misalnya. Menyoal Volkswagon Sirroco dan candaannya soal mertua. 

Di episode itu, Jeremy punya tugas sulit. Menjadi seorang kreator iklan commercial dari mobil Sirroco. Yang menurut penilaiannya: lincah, handling bagus, bagasi cukup luas, cc menengah, argonomis namun model terkesan seadanya, nanggung, tak bertenaga. No power, no speed. 

Sementara, budaya kerja di volkswagon mensyaratkan iklan yang jujur tentang produknya. Tak minder, namun juga tak melebih-lebihkan. 

Clarkson benar-benar mendapat tantangannya kali ini. Melihat sisi positif mobil yang tak begitu bertenaga, sejalan dengan nasib laporan grafik penjualan. 

Bukan Jezza kalau tak menuai kontroversi. Iklan yang ia buat adalah sebuah commercial break dengan upacara kematian sebagai latar. 

Dan wanita berbikini ( Ya! Berbikini! ) sebagai salah seorang pembawa peti mati. Lewatlah Sirroco. Yang kemudian digunakan untuk memuat peti jenazah sebagai pengganti ambulans. 

Copy writingnya pun asu! (ini pujian). Fit and Quite for a funeral. Sirroco, fit to all of your purpose. 

Pesan yang ingin disampaikan: Mobil ini cocok untuk semua kepentingan acara Anda, bahkan untuk pemakaman karena mesinnya irit. Sekaligus tak bising. 

Tak ayal, gebrakkan nyelenehnya mengundang tawa! Ini jenius! Penonton yang menyaksikan iklan bikinan Jeremy pun gregetan dibuatnya. Sulit untuk mencari positioning tertentu bagi sebuah produk yang memang dibuat nanggung seperti itu. 

Alkisah, iklan usulannya ditolak produser. Maka Jeremy pun membuat iklan dengan versi yang lain. Kali ini mengambil latar eksodus karena suatu peristiwa genting. Orang-orang dikisahkan berlarian menghindari perang. Mengungsi ke luar kota menuju batas aman. Versi yang ini lebih singkat, sederhana, namun mengena. Satu tangki Sirroco cukup untuk menyelamatkan diri keluar negeri. A fuel tank is enough for Berlin-Brussel. Hahaha … 

Disaat orang lain biasa terpaku pada desain mobil, model, teknologi, kecepatan, akselarasi, mereka lupa ada faktor lain yang bisa ditonjolkan. Dan itu tak kalah penting. Seperti yang sudah diungkapkan Jeremy: Hemat bahan bakar dan tidak berisik. As simple as that! 

Tentu untuk sampai pada tahapan seperti Jeremy, butuh perjalanan panjang. Akumulasi pengalaman bertahun-tahun.Bertiga bersama James May dan Richard Hammond sedari 2003 hingga kini 2015. Dua-belas-tahun. Setelah sebelumnya sempat juga membawakkan serial top gear dalam format berbeda sedari 1988-2000.

Tampil bertiga sedari 2003. Jezza, bersama Richard Hammond dan James May. Membuat serial top gear menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu di dunia. | Sumber: BBC (2003)

Bertahun-tahun, “mencicipi” berbagai macam mobil, berasal dari berbagai pabrikan, menjelajah gunung, lumpur, tepi laut, menyeberang sungai, jalanan sempit hingga gurun. 

Dua belas tahun itu pun dihitung dari Top Gear saja, tidak termasuk karirnya di luar serial yang melambungkan namanya itu. Mendirikan Motoring Press Agency (MPA), Kontributor di Performance Car, kolumnis di The Sun, Sunday Times, Weekend Autralian, perannya di acara situasi komedi, pengisi suara di film animasi Cars dan masih banyak lagi! 

Pria kelahiran Doncaster 11 April 1960 itu seorang pencicip sejati! Pencicip berpengalaman. Sehingga punya spektrum luas yang berguna saat hendak akan membandingkan “menu”- mobil yang satu dengan mobil yang lain-.

Ini soal taste yang terasah. Bisa jadi, ia adalah seorang pencicip mobil terbaik yang pernah dimiliki BBC. 

Masihkah kita akan melihat tingkah idiotnya bertaruh dengan Hammond? Atau humor sarkas khasnya untuk James May? Kelakuan konyolnya mengerjai petugas parkir valet dengan mobil tua Ford di Monaco? 

Membalap dengan Yatch? Suatu saat orang mungkinkah orang juga akan merindukkan pertanyaan menggelitiknya “membongkar” sisi lain bintang tamu dan kegilaannya di bidang otomotif? 

 “Gutted at such a sad end to an era. We’re all three of us idiots in our different ways but it’s been an incredible ride together.”, cuit Hammond via akun twitternya pasca mendengar kabar pemberhentian tersebut. 

Pengalamannya, takkan semudah itu dikejar dan dikumpulkan ulang. 

Apalagi mengingat generasi muda jaman sekarang yang jarang membaca, jarang pula menulis, jarang pula mereview. 

Pertanyaan sederhana yang kemudian terbesit di pikiran saya. Kolumnis otomotif asal Inggris seperti Jeremy Clarkson sewaktu muda, ada? 

Sayonara, Jezza!

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s