Kisah Tentang Tenzing Norgay, Orang Dibalik Penakluk Pertama Puncak Tertinggi Di Dunia

Bandung, nandonurhadi- Saat kita melakukan penulusuran via internet tentang siapa orang pertama yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia. Tentu tulisan dan gambar yang paling banyak muncul menjadi rujukkan berbunyi: Sir Edmund Hillary.

image
Penakluk Pertama Puncak Tertinggi di Dunia

Padahal, pria yang berhasil mengalahkan ganasnya puncak gunung Everest itu tidak sendiri. Ia mendaki bersama seorang pemandu. Pemandu yang tentunya kalah tenar dibanding Sir Edmund adalah seorang pria berdarah campuran Nepal-India. Ia bernama Tenzing Norgay.

Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai pria dengan gelar kehormatan dari kerajaan Inggris itu.

Ironisnya, hanya ada 1 reporter yang wawancarai Tenzing Norgay.

image
Tenzing Norgay | Sumber: wikipedia

Berikut cuplikannya :

Reporter (R) : “Bagaimana perasaan anda dgn keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?”

Tenzing Norgay (TZ) : “Sangat senang, tentu saja!”

R : “Anda kan seorang Sherpa bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?”

TN: “Ya, benar sekali! Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Edmund Hillary untuj menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yg berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia.”

R: “Mengapa Anda lakukan itu?”

TN: “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu & mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya.

……

Di sekitar kita, banyak sekali orang seperti:
– Sir Edmund Hillary
– Tenzing Norgay.

Pepatah mengatakan, “Bila anda hendak jadi pahlawan, hrs ada yg bertepuk tangan di pinggir jalan”

Di dunia ini, tidak semua manusia berkeinginan & memiliki impian seperti Sir Edmund Hillary: menjadi pahlawan.

Mereka ini cukup berbahagia dgn melayanani & membantu orang lain mencapai impiannya.

Mereka merasa cukup menjadi: “Orang yang bertepuk tangan saja di pinggir lintasan.”

Kadang, orang-orang seperti ini diperlakukan ibarat “telor mata sapi.”

Yang punya telur si ayam, eh yang tersohor malah sapi.

Sudahkah kita

– menghargai
– menghormati
– mengangkat

orang-orang seperti Tenzing Norgay dalam tim kita?

Mungkin Tenzing Norgay dalam kehidupan kita adalah
– suami,
– istri
– anak
– rekan kerja
– orang tua, guru-guru kita
– dan yang lainya

merekalah orang yang patut kita hargai karena atas mereka pula, kita mencapai IMPIAN kita.

Pahlawan bukan orang suci yang turun dari langit. Ia adalah orang biasa yang memberikan dukungan luar biasa bagi orang lain dan lingkungannya.

Dikutip dan digubah dari akun facebook milik Santoso Kwik.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s