Tulisan Saat Maulid Nabi 1436 H. Sisi Lain Keseharian Muhammad SAW

Bandung, nandonurhadi- Hari ini peringatan maulid nabi. Jika dihitung semenjak peristiwa hijrah, peringatan tahun ini sudah yang ke 1436 kalinya.

Maulid nabi selalu menjadi momentum yang bagus untuk refleksi. Bercermin. Seberapa jauh, kita sudah mampu meneladani beliau. Manusia berjuluk al-amin itu.

Sejauh saya hidup dan mengamati. Ada dua sikap mayoritas manusia saat ini saat memandang rasul allah itu.

Pertama, mereka yang memandang keturunan bani Hasyim itu dengan kacamata cembung. Superlatif. Muhammad manusia sempurna. Tanpa cela. Maksoem (tak punya dosa).

Pandangan serupa tentu bukan yang saya ambil.

Walau Allah (atau Yahweh, alias Eli) sendiri berfirman bahwa dalam diri Muhammad ada teladan yang baik (33:21) dan bahkan DIA bersumpah: Demi umurmu Muhammad! (15:72) Namun, bukan berarti beliau teramat sangat sempurna tak pernah berbuat kesalahan. Kesalahan yang sampai Allah abadikan tegurannya dalam Al-Quran.

Teguran pada Muhammad lebih panjang. Sebelas ayat. (80: 1-11).

Penyebabnya? Beliau bermuka masam saat dakwahnya ke para pembesar Quraisy “diganggu”. Ya, diganggu oleh seorang miskin papa yang ingin segera mendapat pengajaran dari beliau.

Kelompok kedua, adalah mereka yang memandang Muhammad dengan kacamata cekung. Elek kabeh! Ga ada baiknya. Dicari sekecil apapun kesalahannya. Yes, even a Muhammad SAW has haters, guys.

Muhammad poligamis! Nafsu besar! Ia seorang yang Ummi! Penyair ! Mukjizatnya sihir!

Padahal, mari ambil satu case dari apa yang mereka benci itu. Dalam hal poligami saja, ada sisi lain dibalik keputusan Muhammad melakukan hal yang sudah nyaris pasti jadi “mimpi buruk” bagi perempuan mana pun di dunia.

Mau contoh?

Salah satu istri rasulullah adalah seorang janda. Hafshah binti Umar, perempuan yang saya maksud merupakan janda dari Khunais bin Hudhafah al-Sahmiy. Khunais meninggal dunia saat perang badar.

Hafshah r.a. dibesarkan dengan mewarisi sifat ayahnya, Umar bin Khaththab.

Dalam soal keberanian, dia berbeda dengan wanita lain, kepribadiannya kuat dan ucapannya tegas. Aisyah melukiskan bahwa sifat Hafshah sama dengan ayahnya.

Kelebihan lain yang dimiliki Hafshah adalah kepandaiannya dalam membaca dan menulis, padahal ketika itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum perempuan.

Kacamata cembung bukan, kacamata cekung juga bukan, lalu apa?

Penulis sendiri lebih memilih untuk memandang Muhammad dengan kacamata netral. Tidak mengagungkan. Tidak pula mencela. Biasa saja.

Mencoba mencontoh hal-hal kecil yang sederhana dari beliau. Hal-hal keseharian yang terasa lebih mudah dilakukan.

Memakai sepatu mulai dari kaki kanan dulu. Makan pakai tangan kanan. Mau memulai dibiasakan pakai bismillah.
Yang simpel-simpel saja lah.

Justru sisi keseharian beliau ini yang jarang diangkat di mimbar-mimbar. Baik, mimbar Jumat maupun hari besar.

Ada beberapa cerita mengenai keseharian rasulullah yang selalu mampu membuat saya tersenyum.

Berikut beberapa diantaranya.

Rasul diriwatkan suka bercanda.

Pernah saya dengar dalam suatu ceramah bersama Alm.Zainuddin MZ.
Seorang nenek yang sudah tua renta lagi keriput mendatangi rasulullah.

“Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga”. , pintanya.

“Maaf Nek, di syurga tidak ada Nenek-nenek”., Jawab Rasul.

Perempuan tua itu lalu menangis tersedu-sedu.

Rasulullah menjelaskan,

“Tidakkah Nenek membaca firman Allah? Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh) (55:56), penuh cinta, serta yang sebaya umurnya” (56:37).

Mendengar jawaban itu, sang Nenek pun lekas menghapus air matanya dan kemudian tersenyum lega.

Rasul juga romantis dan mampu bersikap adil.

Pernah suatu ketika para istrinya diam-diam berdebat siapa diantara mereka yang paling dicintai oleh Rasul.

Diam-diam rasul yang mendengar hal tersebut segera membuat cincin ke tukang pandai besi. Dibuatkan sebanyak jumlah istri sahnya saat itu.

Malamnya, beliau menemui istrinya satu per satu untuk diberikan cincin itu kepada mereka. Tanpa saling mengetahui satu sama lain.

Di hari berikutnya, saat para istri rasul berkumpul. Melalui Aisyah, ditanyalah beliau perihal istri mana yang paling beliau cintai.

Beliau menjawab: “Istri yang kucintai ialah yang semalam kuberikan cincin kepadanya.”

Para istri rasulullah pun tersenyum tanpa merasa cemburu satu sama lain.

Beliau penyayang dan pengertian

Pernah diriwayatkan beliau sedang bersama cucunya. Hasan dan Husein. Sembari salat di masjid.

Beliau menunda ruku’ hingga kedua cucunya itu merasa cukup puas digendong di pundak sang kakek.

Di kisah lain disebutkan, suatu ketika beliau menjadi imam shalat berjamaah. Beliau memang gemar membaca surat-surat panjang dalam solatnya. Terbuai manisnya iman.

Namun, suatu ketika beliau mendengar tangisan anak kecil. Tak lama kemudian, beliau menyegerakan bacaannya dan memperpendek pilihan surat di rakaat berikutnya.

Beliau juga dikenal sangat jujur, dalam situasi sulit sekalipun

Pernah suatu ketika rasulullah duduk di teras rumahnya. Sesaat kemudian, saat beliau beranjak berdiri untuk masuk ke dalam rumah, Ia melihat seorang budak lari tunggang langgang.

Sesampainya di hadapan beliau, budak tersebut memohon: “Tuan Muhammad, aku seorang budak. Tolong sembunyikanlah aku! Jika tidak, majikan yang tidak suka aku memeluk islam akan membunuhku sebentar lagi.”, Pintanya.

Kemudian beliau berdiri dan berujar “Baiklah, masuklah engkau ke dalam rumah. Dan bersembunyilah.”, jawab beliau.

Benar saja, tak lama kemudian sang majikkan yang dimaksud tiba.

“Muhammad! Katakan kepada kami, apakah baru saja engkau melihat seorang budak dengan ciri seperti ini seperti ini seperti ini?”, ucapnya penuh amarah.

Beliau dengan tenang menjawab,

“Maafkan aku Tuan, selama aku duduk di sini, aku tidak melihatnya.”

(Nabi tidak berbohong, bukan? Pada saat Muhammad duduk, beliau tidak melihat si budak tadi. Sang budak baru terlihat di hadapannya saat beliau berdiri.)

Muhammad memang dikenal sangat jujur dan dapat dipercaya. Orang itu pun pergi dan sang budak pun selamat.

Ah, memang dalam diri Muhammad itu ada teladan yang baik.

image

Wah, panjang juga ya tulisan saya yang satu ini. Semoga ada manfaatnya untuk yang membaca.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s