Para Jurnalis Kampus StudentsNewsportal Belajar di Kelas Jurnalistik Bersama Pak Rana

Telkom University, Bandung- Bertempat di gedung Fakultas Rekayasa Industry Telkom Engineering School, sore tadi sedari pukul 17.00-20.00 WIB segenap wartawan aktif students.telkomuniversity.ac.id mengikuti kelas jurnalistik.

Rana Akbari Fitriawan, dosen Fakultas Komunikasi dan Bisnis yang sekaligus praktisi gaek di dunia jurnalistik. Beliau sudah lebih dari 20 tahun malang-melintang di dunia pemberitaan.

“Jurnalistik berasal dari kata journal. Kata tersebut memiliki arti: catatan harian. Cikal bakal jurnalistik berasal dari catatan harian pemerintahan, politik, dan kegiatan sosial di Roma. (ACTA DIURNA: A POPULI, A URBANA, A PUBLICA).Acta adalah peraturan publik yang dijalankan oleh kaisar dan pendahulunya di masa Kekaisaran Romawi Kuno.” Papar beliau tak lama setelah membuka presentasinya.

“Mengapa perlu ada jurnalistik? Jurnalistik ada karena adanya rasa kemanusiaan. Manusia pada dasarnya ingin tahu dan ingin memberi tahu. Right to know and right to inform.Komunikasi personal atau kelompok saja tidak cukup memadai untuk kebutuhan akan informasi. Perlu adanya sebuah media massa.” Papar peraih Adiwarta Sampoerna tahun 2008 silam.

Tak lupa beliau memaparkan bahwa ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat karya jurnalistik. Karya jurnalistik tersebut, menurut beliau haruslah singkat, jelas,lugas,menarik,seimbang,proporsional,jujur,aktual,faktual,akurat, mempertimbangkan news values dan news judgement. 

Di dalam mencari narasumber, ada beberapa lapis yang harus digali informasinya. Narasumber terbaik adalah narasumber A1 alias saksi mata langsung kejadian.

Jika memang tidak ada keterangan yang diperoleh dari saksi mata, di lapis ke dua (A2) ada para ahli terkait bidang yang dibahas. “Misalnya nih, ada kejadian gunung Sinabung meletus, selain mewawancarai saksi mata kejadian, kita juga bisa mengumpulkan keterangan dari para ahli vulkanologi.”, Jelas beliau memberi contoh.

“Di dalam dunia jurnalistik, ucapan orang penting juga bisa kita jadikan berita. Contohnya, kesaksian dari pihak berwenang terhadap suatu kejadian. Bisa pihak berwenang, bisa public figure, atau pimpinan sebuah perusahaan.”, Ungkap beliau sembari langsung memberi contoh.

Beliau juga memberikan perhatian tersendiri tentang caption  foto yang digunakan dalam peliputan berita. Keterangan foto berita minimal harus mengandung 3 W, yaitu Siapa (Who) yang ada di foto itu? Kapan (When) foto tersebut diambil, dan Mengapa (Why) kejadian tersebut diabadikan. Tak lupa beliau mengingatkan bahwa keterangan kredit foto mutlak dibubuhkan karena terkait hak cipta si pengambil gambar.

Foto Bersama Kelas Jurnalistik Para Pewarta students newsportal bersama Pak Rana | Kredit Rizki Nasution
Foto Bersama Kelas Jurnalistik Para Pewarta students newsportal bersama Pak Rana | Kredit Rizki Nasution

Bagi teman-teman yang tertarik terhadap materi jurnalistik namun tidak sempat datang di kelas tersebut, silakan lihat file presentasi di tautan berikut

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s