Kiat Sukses Membangun Bisnis Ala CEO JNE dan Ridwan Kamil

Pada acara Talkshow Ulang Tahun Ngadu Ide yang ke-3, tak lupa Ridwan Kamil dan Johari Zein Membagikan kiat-kiat sukses dalam berbisnis.

Menurut kang Emil, bisnis yang baik haruslah bisnis yang memiliki segitiga sama sisi. Kiat tersebut dibagikan saat beliau dipercaya memberikan pidato sambutan.

Sisi yang pertama, adalah responsible to profit. Bisnis yang bertahan adalah bisnis yang juga menghasilkan profit.

“Tidak semua orang kreatif mampu menghasilkan uang. Saya sering ditawari oleh pelukis-pelukis lepas dari Bandung untuk membeli lukisan mereka. Kang, beli atuh lukisan saya. Buat makan. Begitu katanya. Ini tantangan Anda! Kreatif yang Anda buat ini haruslah bisa jadi duita! Ya kalau tidak untung bagaimana bisnis bisa berjalan?”, Tutup beliau retoris.

Sisi yang kedua, responsible to the planet.

“Apapun bisnis yang kita lakukan, jangan sampai merusak lingkungan. Di pemerintahan pun demikian. Nanti saya akan membuat peraturan terkait lingkungan. Maaf saja, bagi warga bandung yang tidak menyediakan tempat sampah di mobil, nanti kami denda. Nanti saya bikin, denda paling berat adalah pelanggaran membuang sampah ke sungai, Rp 250.000.000,00! Jadi kalau kalian berbisnis di Bandung, jangan rusak lingkungan!”, Jelas kang Emil sembari menyinggung pemerintahannya.

Terakhir, Responsible to the people.

Dalam berbisnis, ingatlah tanggung jawab/manfaat keberadaan kalian bagi orang lain.

“Saya dalam mengelola Bandung misalnya, menurut survey yang saya lakukan. Anak muda di Bandung itu sudah jomblo, fakir kuota!”, Beber kang Emil disambut tawa hadirin.

“Maka saat saya jadi walikota, saya pasang wifi gratis. Bikin taman jomblo. Taman jomblo di bawah jembatan pula, saat hujan enak, nggak kehujanan”, Hadirin tertawa lagi.

“Selain taman jomblo ada pula taman film, yang kemarin baru soft launching belum grand launching. Masih sekitar 20-an taman di Bandung yang belum memiliki tema. Yang punya ide silakan mention ke twitter!”, Tantang beliau.

“Semua itu untuk apa? Untuk meningkatkan index of happiness warga Bandung, responsible to people.“, pungkas Emil.

Sayang, tak seberapa lama kemudian beliau harus berpamitan. Karena wali kota Bandung yang juga lulusan arsitek ITB itu harus bergegas menuju agenda lain yang sedang berlangsung di kawasan Lembang.

image
Walikota Bandung berbincang santai dengan CEO JNE

Lain kiat yang diberikan oleh Ridwan Kamil -Walikota Bandung-, lain pula kiat yang diberikan oleh Johari Zein, CEO JNE.

Pria gaek yang sudah malang melintang puluhan tahun di industri logistik itu panjang lebar membeberkan rahasia suksesnya.

Apa saja?

1. Dalam membangun suatu bisnis ada beberapa tahap yang harus kita sadari.

a. Menciptakan/meniru sebuah ide.

b. Setelah bisnis kita berjalan, dengarkan apa yang diinginkan konsumen.

c. Prediksi. Di tengah perjalanan, mendengar konsumen saja tidak cukup! Harus mampu memprediksi apa yang kira-kira AKAN dibutuhkan konsumen beberapa tahun ke depan.

2. Tidak cepat puas adalah mindset yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis.

3. Selalu mengkondisikan diri dalam keadaan KEPEPET.

Orang tua jaman dahulu hidup susah. Sering kepepet. Ketika anak minta uang ke orang tua jawabannya sudah template: “Nggak ada.”

Tapi justru kepepet itulah yang membuat mereka terus berusaha agar tetap bertahan hidup. Kepepet juga menjadikan mereka lebih menghargai uang.

4. Dekatkanlah diri dengan Tuhan. Milikilah kedamaian di hati dan pikiran.

5. Dalam berbisnis harus bebas dari rasa takut. Jangan pernah takut mengambil keputusan dan jangan pernah pula menyesalinya.

6. Jangan ada rasa bersalah. Maka dari itu, jadilah manusia yang taat pada aturan. Jalankanlah bisnis sesuai aturab yang berlaku. Taat membayar pajak, tidak berlaku curang atau melanggar aturan.

7. Kenali momentum Kapan mendengarkan konsumen/ kapan pula tidak?

Pengamatan, observe itu dilakukan setiap hari. Dan yang dilihat adalah potensi, potensi dan potensi.

Nah kalau sudah ada, yang mana yang paling menarik buat saya untuk saya masuki.

Kalau kita tidak bisa be the first, kita be better. Kuncinya be better? Dengarkan konsumenmu.

Kalau sampai kedua itu tidak bisa, barulah be different. Perlu mindset: Kalau suatu ide tidak berhasil, ya coba lagi. Yang menyenangkan dalam berbisnis adalah proses bangunnya.

8. Lingkungan memiliki peran penting! Selalu bekerja di lingkungan yang kita sukai.

Dengan suka, maka kita bisa antusiasme untuk belajar. Ingat, bekerja dengan orang lain tidak selalu tidak bermental entrepreneur. Belajar dulu bekerja dengan orang lain.

Kendala dalam belajar? Ketika saya bekerja dulu saya belajar operasionalnya, rate harganya, marketingnya.

Kegagalan saya dulu ada di cash flow. Cash flow ini juga harus diperhatikan! Penyakit pengusaha baru biasanya ada di cash flow.

9. Bagaimana kiat menangani komplain?

Pelu mindset yang berbeda dalam menangani komplain. Konsumen komplain harus disyukuri! Jangan malah dilaporkan polisi. Justru harus disyukuri, ketidakkepuasannya ketahuan. Jadi bisa kita layani dengan baik. Jangan malah sakit hati.

Yang berbahaya bagi perusahaan justru konsumen yang kecewa dan malah tidak komplain! Tau-tau meninggalkan kita aja.

10. Bagaimana kiat menghadapi plagiat?

Bikin usaha itu, usahakan punya umur yang panjang. Masa depan yang panjang.

Caranya? Commitment to value. Valuenya berdasarkan niat baik. Sehingga pada saat banyak yang meniru, kita tidak sakit hati.

Biar tidak jatuh saat ditiru? Ya innovasi. Innovasi berasal dari rajin belajar. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya.

11. Sukses dalam bisnis adalah perjalanan. Kalau kamu campur dengan keimanan, beribadah. Kamu akan semakin semangat berbuat baik. Dan itu, susah dikejar.

Acara tersebut selesai sekitar pukul 21.30 malam setelah penyerahan plakat secara simbolis dari panitia ke Bapak Johari maupun sebaliknya.

Setelah wawancara singkat dengan berbagai media lokal, Pak Johari terlihat meninggalkan lokasi bersama para rombongan.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s