Apa Prinsip Bisnis Yang Dijalankan Oleh CEO JNE ?

Hari ini, seperti biasa ada banyak keberuntungan menghampiri. Dan tentu saja hal tersebut patut disyukuri.

Ceritanya berawal dari kedatangan saya pada acara perayaan ulang tahun komunitas Ngadu-Ide yang ke-3.

Ngadu-Ide adalah salah satu komunitas kreatif yang ada di Bandung. Para anggotanya berusia 15-40 tahun. Latar belakang anggota mereka pun bermacam-macam. Ada yang masih pelajar SMA, mahasiswa perkuliahan, fresh graduated, pegawai, dan wirausaha.

Sebelum acara dimulai, saya cukup beruntung untuk bisa berdiskusi langsung dengan Pak Johari Zein, CEO JNE Indonesia.

JNE yang biasa untuk kirim barang online shop itu ya?

Iya!

JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di jasa pengiriman barang dan logistik.

Perusahaan yang didirikan pada 26 November 1990 oleh H.Soeprapto Suparno itu, kini memiliki sekitar 11.000-an karyawan.

Tak ketinggalan, perusahaan tersebut kini memiliki ribuan outlet yang tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia dan melayani pengiriman barang ke berbagai penjuru dunia seperti Singapura, Jepang, Hongkong, Thailand, dan Filipina.

Diskusi terbatas bersama orang No.1 di JNE. Sesuatu kesempatan yang tidak pernah akan saya lupakan seumur hidup saya. Salah satu momen yang akan selalu saya ingat. Jumat sore- di akhir bulan Oktober-di tahun 2014.

Saya pernah bertemu beliau sebelumnya. Namun, pada saat itu acara dilangsungkan di Kantor pusat JNE di kawasan Tomang dan diprakarsai oleh “komunitas memberi” yang digagas pakar pemasaran: @Yuswohady.

Hari ini 31 Oktober 2014, berlokasi di pendopo kota Bandung saya berkesempatan untuk ikut diskusi kecil bersama Pak Johari Zein. Diskusi kecil yang lebih terasa seperti kuliah privat. Berlangsung jauh sebelum acara resmi dimulai.

“Kesadaran spiritual juga penting dalam bisnis.”, Ungkap beliau membuka pembicaraan.

“Kesadaran spiritual membuat bisnis yang kita jalankan berbeda dengan bisnis lain pada umumnya.”, Lanjut beliau lagi.

Apa saja langkah-langkah yang bisa kita lakukan?

1. Mengenali penciptaan.

2. Kita ada untuk orang-orang di sekitar kita.

3. Dengan itu, kita termotivasi untuk selalu berbuat baik.

4. Setelah itu wilayah kepedulian kita ditambah. Setelah peduli bangsa, kemudian peduli ummat manusia.

“Mengapa kita perlu memikirkan keempat poin tadi? Karena pada setiap kekayaan dan berkembangnya bisnis (di saat yang sama pula) ada benih-benih kehancuran.”

“Apa saja benih kehancuran itu? Merasa ada di atas angin, cepat berpuas diri, tidak mau bekerja keras karena merasa sudah mapan dan lain-lain.”

Supaya tidak hancur? Harus diselamatkan dengan berbuat banyak kebaikkan. Menebar manfaat ke sebanyak-banyaknya manusia. ”

Seberapa penting arti innovasi bagi seorang Johari Zein?

“Kalau kamu merasa sudah di atas langit, kamu tidak akan pernah terbang. Harus sadar bahwa di atas langit ada langit. Selalu ada yang lebih besar yang kita garap. Bisa kita wariskan semangat itu untuk generasi berikutnya. Itulah yang membuat kita bertahan. Innovasi penting agar bisnis mampu bertahan dalam jangka panjang.”

“Karena kalau spirit yang dibangun hanya (untuk) mengalahkan kompetitor, kita hanya berhenti saat (sudah) mampu mengalahkan kompetitor. Tidak berorientasi pada inovasi. Padahal (seperti) yang sudah saya singgung tadi, inovasi penting untuk keberlangsungan hidup suatu bisnis.”

image
Diskusi Kecil Bersama Pak Johari Zein (paling kiri) CEO JNE bersama beberapa orang panitia sebelum Acara dimulai

Apakah innovasi saja cukup?

“Tentu saja tidak! Perlu karakter yang kuat tertanam. Karakter yang ulet, tangguh, sabar dan taat aturan. Nah! Itu kan sifat-sifat orang yang berbuat kebaikkan!”

Satu Hal Yang Menjadi Keyakinan Saya dan terus-menerus saya pegang:

Keyakinan pada Tuhan Maha Kuasa. Masa iya sih! Tuhan tidak mendukung saya kalau saya lurus (berupaya berbuat kebaikan).

Keyakinan semacam itu akan menimbulkan ketenangan. Ketenangan penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dengan tenang kita mampu berpikir jernih, dengan berpikir jernih kita mampu mengambil keputusan dengan tepat.

Bagaimana menghadapi orang yang take it for granteed?

Selama ini, kalau kita dengar kata meminta. Sudut pandang yang kita ambil adalah: Kita sebagai orang yang berlebih, kenapa sih,orang itu mintanya kita?

“Pernahkah kita berpikir? Jangan-jangan ada orang lain meminta sesuatu ke saya, karena mungkin menurut Tuhan kita kurang memberi?”

“Jangan-jangan disaat Tuhan merasa bahwa kita sudah banyak memberi, bisa saja kemudian DIA menunjuk orang lain untuk dimintai oleh orang tersebut.”

Spirit of giving! Selama ada orang yang meminta (membutuhkan) bantuan, kita mampu membantu, ya kita berikan. Itulah (prinsip) yang saya jalankan dalam mengelola JNE.”, menutup diskusi kami.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

1 thought on “Apa Prinsip Bisnis Yang Dijalankan Oleh CEO JNE ?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s