Icip-Icip Nikmat Gurihnya Sate Ambal Khas Kebumen

“Belum ke kebumen kalau belum ke sate Ambal.”, kata salah satu sahabat saya Ngajaibul Asror beberapa tahun lalu.

Memang, kalimat itu sudah lama terucap. Jauh sebelum akhirnya dia lulus dan diterima kerja di Jakarta.

Tapi, kata-kata itu masih terus saja teringat bersamaan dengan segudang kata promosi berbumbu ajakkan untuk dolan ke Kebumen.

Barangkali, ia terlecut oleh salah satu pertanyaan saya ketika kami masih kuliah:

“Memangnya, di Kebumen ada apa?”,

Tanyaku setengah mengejek yang sudah tentu tak serius.

“Emang apa itu Sate Ambal? Coba terangin.”, Ejekku lagi kesenangan.

“Sate ambal itu, apa ya. Sate ayam gitu, Sob!”, Jawabnya tak sigap.

“Apa? Sate Ayam? Doang? Di kampungku mah banyak.”, Candaku makin senang.

“Wah, belum tau dia! Beda! Ini pakai tempe! Udahlah, ayo main ke Kebumen. Aku traktir deh.”, Responnya melas. Saat itu, bagiku dia marketer gagal. Ucapannya kalah licin.

Singkat kata, penantian panjang kepengen sate Ambal asli Kebumen terjawab sudah.

Kemarin, saya berkesempatan menjadi konsultan IT dan media online salah satu perusahaan bus yang kantor pusatnya di Kebumen. Sekalian, kerja sekaligus jalan-jalan. Berburu sate Ambal.

Menurut info yang saya gali dari warga sekitar, sate ambal yang enak ada di sini.

image
Lokasinya tak begitu jauh dari SMP N 1 Ambal

Tempatnya sederhana. Parkir cukup luas, cukup untuk menampung 4-6 mobil. Yang penting, bersih dan rapi. Dan bagusnya, ada mushola yang terjaga bersih di sini. Alhamdulillah.

image
Suasana di dalam warung Sate Ambal Mas Tono

Satu kesan pertama yang saya dapat tentang perbedaan sate ambal dengan sate ayam biasa. Apa itu? Potongan dagingnya besar-besar dan bersih.

image
Sate ambal saat masih belum dibakar

Kesan kedua yang saya dapat?
Sate ambal bukan pakai lontong apalagi nasi. Tapi pakai ketupat.

Kesan ketiga,
Di dalam sate ambal, tidak cuma pakai bumbu kacang. Ada tambahan bahan baku yang membuat siraman sausnya terasa jauh lebih gurih. Pakai kedelai tempe.

image

Maknyus tenan ! Saya menyesal, selama ini “meremehkan” sate ambal khas kebumen ini.

Sate ambal ini punya karakter: dagingnya besar-besar dan bersih, plus dihantam karakter rasa gurih berkali-kali.

Dagingnya yang sengaja matang agak basah begitu gurih, ketupatnya yang lama dibungkus daun janur juga gurih, saus yang ditambah kedelai tempe membuatnya semakin gurih. Ampun!

Lambai tangan ke kamera.
Enak banget.

Soal harga? Tenang saja! Modal Rp 20.000,00 kenyang!

Seporsi sate ambal 10tusuk dijual Rp 12.000,00. Mau pakai ketupat? tinggal tambah Rp 3.000,00 lagi. Es teh Rp 3.000,00 lalu es jeruk Rp 4.000,00

Akhir kata,

Saya kualat! Kini saya mengamini pendapat Ajib, sahabat saya itu. Paling tidak, sekali seumur hidup pergilah ke Kebumen lalu cicipilah sate ambal!

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

1 thought on “Icip-Icip Nikmat Gurihnya Sate Ambal Khas Kebumen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s