Empek-Empek Panggang ini Bisa Diadu vs Empek-Empek Konvensional

Hari terakhir di Palembang. Rasa-rasanya takkan lengkap tanpa mencicipi empek-empek.

Oh, sebelum kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya, ada baiknya pembaca mengetahui satu hal. Di palembang sendiri lebih umum diucap pempek. Dengan intonasi lugas dan cepat.

Bagi yang belum pernah mencicipi, apa sih pempek itu? Pempek adalah makanan khas palembang yang terbuat dari ikan, sagu, adonan telur ayam dan garam.

Ikan yang digunakan umumnya 2 jenis.

Bisa ikan Belida untuk pilihan ikan air tawar. Ikan belida ini pun ada 2 jenis yang biasa digunakan.  Belida putih dan belida hitam.

Belida putih dahulu banyak dan mudah diperoleh di sepanjang perairan sungai musi.

Menurut penuturan orang lokal yang saya gali informasinya, belida putih sungai musi ini mulai sukar didapat. Tidak demikian dengan belida hitam yang masih banyak bisa diperoleh di areal persawahan.

Lalu, untuk pempek isi ikan laut, ikan tengirilah yang jamak digunakan.

Cara memasak yang umum adalah dengan cara dikukus atau digoreng. Setelah matang, pempek biasa disajikan dengan kuah cuka, mie putih (so’un) dan acar mentimun.

Di Palembang, ada beberapa pempek yang memang sudah terkenal dan jadi top of mind para wisatawan.

Pempek vico misalnya. Gerai pempek yang berlokasi di seberang Palembang Indah Mall ini memang terkenal enak…
Dan mahal.

Atau pempek pak raden dan candy. Ketiga brand pempek persebut memang memiliki nilai brand tersendiri di mata masyarakat.

Saya memiliki selera sendiri. Pilihan penulis jatuh pada warung pempek yang menjadi favorit orang lokal. Tidak/belum terkenal di kalangan para pendatang.

Cara menuju lokasinya pun cukup rumit. Harus melewati beberapa gang sempit yang hanya selebar sebuah mobil keluarga.

Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan dari arah KH. Ahmad Dahlan, kami sampai ke kawasan Cinde. Di mana Pempek yang saya maksud tadi berada.

image

Tempat makan yang sangat sederhana. Hanya ruko,meja dan kursi. Namun tertata rapi dan bersih. Tak lupa, kipas angin sebagai pendingin ruangan di beberapa ujungnya.

Teras dengan dengan atap semi terbuka sehingga tidak panas. Dilengkapi dapur kecil pada bagian sebelah kiri. Setelahnya ada ruangan yang cukup lega untuk makan di dalam.

Pandangan mata langsung tertuju pada bagian dapur. Sesuai dugaan saya. Pemandangan inilah yang seketika didapati.

image

Adonan pempek buatan sendiri (homemade) yang sedang dipanggang. Aromanya semerbak. Menjalar di bagian dapur hingga teras. Nyaris tiada bagian ruangan yang tak kebagian wangi baunya.

Tanpa berpikir panjang, rasa penasaran ikut mendorong penulis untuk segera memesan.

Satu biji pempek panggang dijual dengan harga Rp 3.000,00 saja pada saat saya datang kemari. Sangat terjangkau.

Menurut keterangan dari si pemilik warung, seporsi pempek panggang biasa berisi 5 buah pempek.

“Pesan 2 ya mbak, dua buah saja.”, kataku penuh penekanan. “Ya, jangan sampai kalap.”, batinku harap-harap cemas.

Dalam wisata kuliner, menyantap dengan membabi buta sangat dihindari. Tummy management sangat penting. Supaya kita tak mengalami delusi rasa. Bisa menilai dengan seobjektif mungkin. Mencicip, bukan mengembat!

Sekitar 15 menit kemudian, datanglah pempek panggang yang daritadi kita bicarakan itu.

image

Simple, but simply delicious..

Pempek yang dimasak dengan cara dikukus lalu dipanggang membuatnya begitu empuk dan gurih di mulut. Kuahnya pas tak pekat menyengat. Bihunnya matang hangat dan tetap kenyal. Acarnya segar pas tanpa menyiksa penikmatnya. Semua berpadu pas.

Saya hanya bisa menyarankan datanglah kemari antara pukul 11.00-14.00 untuk mendapatkan rasa dan ketersediaan opsi yang optimal.

Jadi? Kalau suatu saat ke Palembang (lagi) akankah kita bertemu di sini?

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s