Bagaimana Semesta Bertasbih dan Dimana Sisi “Digital” dalam Tubuh Manusia?

Hari ini saya gembira karena bisa memahami sesuatu hal yang jawabannya terus saya cari sedari dulu.  Salah satu pertanyaan yang terus berputar di kepala saya adalah tentang misteri penciptaan.

Disebutkan dalam al-furqaan bahwa: Sesungguhnya semua yang ada di alam semesta ini bertasbih kepadaNya. Namun, kamu sekalian (diwahyukan pada abad ke-7) tidak mengetahui tasbih mereka.

Tasbih, secara harafiah merupakan upaya mengingat allah, Yah, atau yahweh. Dzat yang diduga berlaku sebagai causa prima semesta. Yang tuntunannya diajarkan oleh seorang umi ( buta huruf) bernama muhammad dan beberapa nabi terdahulu.

Daud dalam zabur, atau kini disebut mazmur bertasbis dengan nyanyi-nyanyian. Bersama kicauan burung di pelataran istananya.

Lalu, jika ayat yang disampaikan di atas benar, seperti apakah bentuk tasbih semesta itu?

Semesta adalah bahasan yang luas. Sesuatu yang generalis. Untuk itu, harus mencari pola yang sama yang berlaku pada hampir setiap materi. Dan ternyata, pola itu ada.

Pada setiap satuan materi, semuanya berotasi melawan arah jarum jam. Rotasi itu membentuk sebuah gelombang ultra low frekuensi yang saling beresonansi satu sama lain. Membentuk sebuah harmoni dan keseimbangan. Pada prinsip yang sama, ultra low vibration juga sudah digunakan untuk memindahkan sebuah single atom sesuai keinginan perekayasanya: seperti yang dijelaskan di http://www.fz-juelich.de/pgi/pgi-3/EN/Home/_Fokus/ultraLowStmLab.html

ilustrasi yang paling mudah dipahami adalah penggunaan cesium pada jam atom. Bisa dibaca di http://science.howstuffworks.com/atomic-clock3.htm

 

Prinsip yang sama juga terjadi pada pita protein berisi informasi yang menjadi kode penyusunan rekayasa materi  yang terjadi pada penciptaan  manusia. Ya, pita protein berisi kode-kode 0 (tiada) dan 1 (ada) itu kini kita kenal sebagai DNA. Bagaimana informasi dapat ditulis dalam untaian DNA , contoh ilustrasinya dapat dibaca di: http://www.bioinformatics.nl/molbi/SCLResources/sequence_notation.htm atau di http://www.yourgenome.org/dgg/detailed/cell/cell_3.shtml

Baru menyadari, ternyata manusia merupakan hasil kreasi rekayasa materi organik yang juga berbasis 0 dan 1.

Causa prima, siapapun engkau. Kau luar biasa.

Kebahagiaan itu ternyata sesederhana menemukkan bagaimana semesta bertasbih.🙂

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s