Hangat Nikmat “Buryam Kuah Kari” ala Umi

Bubur ayam, kuliner khas Bandung. Biasa hadir untuk sarapan atau makan malam.

Bubur tumpah-tumpah? Tentu pilihan mengarah ke buryam Gibbas. Tulisan tentang Buryam Gibbas pernah saya muat di http://wp.me/psXjg-sZ

Atau buryam dengan porsi pas yang cocok untuk dijadikan sarapan. Jalaprang atau mang Oyo misalnya.  Keduanya cukup untuk penahan rasa lapar sampai siang.

Diantara berbagai opsi bubur ayam yang bertebaran di Bandung, ada satu yang menyita perhatian saya.

Ia berani berinovasi. Menghadirkan bubur ayam berkuah kari. Daging ayamnya pun tak main-main. Ayam jago dipakainya. Ati ampela yang digoreng agak kering, serta telor ayam 3/4 matang yang empuk.

image

Warung kaki 5 nggak jelas yang buka setiap pagi sedari pukul 06.00-10.30 wib. Jualan Umi saat menjelang siang sudah habis. Ludes. Bersamaan dengan dagangan serupa yang dijajakan berkeliling komplek oleh sang suami.

image

Berlokasi di pinggiran jalan Sidokmukti. Di depan rumah nomer 57.

Menjajakan seporsi bubur ayam. Komplit dengan ati ampela dan telor yang cukup ditebus dengan Rp 11.000,00 perak.

Sudah ah, maknyus. I have nothing else to say.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s