Filsafat Mobil Tua

Haha..

Ini cerita tentang Bapak dan kecintaannya pada mobil tua.

Maaf, ya? kalau saya memulai menulis tulisan kali ini dengan tawa.

Tapi memang tawa itulah reaksi pertama mendapat sebuah pembelajaran tempo hari.

Baru kemarin saya duduk di dalam mobil, bicara empat mata dengan ibuk.

Tak jelas bermula dari mana, pembicaraan kami berdua bermuara pada hobi Bapak yang tak pernah mau punya mobil baru.

Yang dipilih,  selalu mobil tua. Dulu pernah punya mobil lancer, tahun 1992. Dijual. Hasilnya? dibelikan starlet, tahun 1992 pula.

Pernah punya kijang baru, namanya doang yang baru. Aslinya mah tetap saja mobil tua tahun 90 an. Ya begitulah Bapak.

Kami berdua, anak laki-laki dan emak-emak itu sepakat. Mobil tua memang boros. Perawatannya itu lho ! Seru kami kompak.

“Terus, ibu apa ndak pernah protes ke Bapak?”, Anak sulungnya ini iseng nanya.

“Elah le.. kamu tau Bapakmu njawabnya gimana?”

“Lah emange gimana?”

“Jangankan mobil, istriku aja ndak pernah aku ganti (dengan yang) baru, yang baru ndak selalu lebih bagus. Mau kuganti baru?”, Begitu katanya jawaban Bapakku.

Elalalalah…..

Dan kamipun terkekeh.

Follow twitter penulis di @nando_nurhadi

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s