Sip, Nanti bilang sama ibu ya, Nak.

Suatu hari, di negeri antah berantah di dalam pikiranku. Hiduplah seorang ayah yang begitu akrab dengan anak laki-lakinya. Saking akrabnya, ayah usia separuh baya itu tak pernah absen mengajak putra semata wayangnya sholat jumat bersama.

Berikut, percakapan antara Ayah dan Anak, pada sepulang suatu sholat Jum’at.

Ayah : Nak, tadi dengerin khotbahnya?
Anak : Dengerin donk Yah…
Ayah : Sekarang Ayah tes, sebagai Anak harus berbakti pada siapa?
Anak : Ibu…
Ayah : Kemudian siapa lagi?
Anak : Ibu…
Ayah : OK, selanjutnya siapa?
Anak : Ibu…
Ayah : Bagus, abis itu siapa?
Anak : Ayah….
Ayah : Pinter, jadi Ibunya ada berapa tadi?
Anak : Ada 3
Ayah : Ayahnya berapa?
Anak : 1
Ayah : Ibu kamu berapa?
Anak : 1
Ayah : Berarti kurang berapa?
Anak : 2
Ayah : Sip, nanti sampe rumah bilang sama Ibu ya nak….

Aku yakin, percakapan semacam ini, temanku yang biasa kupanggil abud pasti senang.

*Apabila terdapat kesamaan cerita, latar, waktu, dan tempat maka itu hanyalah kebetulan belaka. Mohon dimaafkan.

Sudahkah engkau berkhayal hari ini? Saya sudah. Dalam cerita ini.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s