Sssstt…. Sudah Malam Jelang Pagi, Aku Punya Cerita Fiksi

Sssstt…. Sudah Malam Jelang Pagi, Aku Punya Cerita Fiksi. Konon, bercerita itu hendaknya disegerakan. Sebelum lupa.

Rasa-rasanya, “gatel” betul ini tangan seharian tak menyentuh keyboard, tak menulis, tak menuangkan isi kepala.

Dari sekian banyak post yang ada di sini, hampir semuanya serius. Sampai yang punya sendiri bosan. Beneran. Sesekali pengen saja menumpahkan imajinasi yang berbeda di halaman e-note yang sama.

*Disclaimer: Ingat ya, ini cerita fiksi. Maafkan jikalau ada kesamaan nama, profesi, dan sejenisnya. Karena bisa dipastikan itu bukan Anda yang dimaksud di sini. Piksi eta mereun!

—-

Suatu pagi, ada sekumpulan ibu-ibu bergosip ria. Sambil menunggu tukang sayur, sembari cerita katanya. Ini beneran.

Alkisah, di suatu negeri yang kuceritakan itu, 4 orang ibu rumah tangga, bertetangga.

Bu Ani, Ana, Dini , dan Bi Ijah.

Tema bergosip kali ini tentang suami mereka masing-masing.

Bu Ani: “Ah ! kenapa ya, suamiku ini. Cepet sekali keluarnya. Padahal, aku belum puas, eh sudah.”, Bebernya berbagi pengalaman dengan ketiga ibu-ibu yang lain.

Ibu-ibu yang lain seketika menoleh karena perhatiannya tercuri. Curhatan yang bagus nampaknya.

(Masih Bu Ani) : “Saat aku protes begitu, eh dijawabnya begini coba, Jeung!”

“Apa kata Bapak, Bu?”, Tatap ketiga ibu-ibu yang lain menunggu penasaran.

………. Sejenak Wanita “Mahmud Abas” – Mamah Muda, Anak Baru Satu, red- itu menghela nafas

Sembari  menirukan logat batak kental sang suami ia pun mengeluh: “Sayang, aku ini kan tentara.. Di kepalaku ini sudah otomatis tertanam kalau abangmu ini harus sigap. Cepat tepat menembak. Apalagi dalam kondisi terjepit!”

“Maklumlah, aku ini Peltu pula. Sekali tempel, metu kalau kata pak bejo tetangga kita yang orang jawa itu.”, Jawab suaminya terkekeh sejauh memori Bu Ani mengingat kejadian itu.

Tak lama kemudian, terdengar sahutan bu Ana di sebelahnya.  “Aduh jeng, saya juga protes ama suami saya, saya bilang : “Kenapa sih Mas…!, lama banget keluarnya…? Dengkulku sampai mau copot nih, capeeek…!!!”

“Lah, terus suami ibu jawab apa?”, Tanya bu Ani sambil mengerenyitkan dahi.

Bu Ana reflek menimpali. “Suamiku itu bilang gini: Dik Aku ini Polisi….menembak itu tindakan paling akhir, kalau tidak ada alternatif lain….!!”

Giliran Bu Dini…,yang suaminya satpol PP nanggepin. “Kalian sih masih bagus! Lha….. saya tiap malem di obrak-abrik, berantakin sana, berantakin sini. Tapi gak pernah namanya di tembak-tembak!”, Sahutnya sewot

Bi Ijah, yang suaminya jadi satpam parkir di Mal, Tak mau ketinggalan. Orang yang disebut  terakhir, sambil mulutnya manyun dia nimpalin juga

“Ahhh….! ibu-ibu ini suka mengeluh yang berlebihan deh, itu sih masih belum seberapa..
“Lha saya ini……tiap malem cuma dibuka-tutup doang ama suami saya….. Emangnya saya pintu portal apa…..???!!!”

—Tamat–

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s