Belajar Dari Blackberry: Nasionalisme Nyata Ala Kanada.

Rame-rame kabar blackberry dijual santer terdengar sejak beberapa bulan lalu. Alasannya? Klasik. Bisnis. Lama tak berkawan dengan laba.

Menengok ke belakang sejenak…

Semenjak masa keemasannya di awal kampanye obama hingga akhir tahun 2008; blackberry begitu digandrungi.

Entah kebetulan atau tidak. Nama device satu itu memang mengandung unsur panggilan akrab presiden kulit hitam pertama Amerika. Barrack “Barry” Hussein Obama. Pelafalan yang begitu mirip. Black berry, barry si hitam? Hm..

Begitulah sekilas cerita blackberry. Telepon cerdas kreasi Mike Lazaridis yang lahir dari Research in Motion yang didirikannya semenjak 1984 silam.

Cukup.

Kembali ke masa kini..

Blackberry terus tergerus. Kalah bersaing dengan duo perusahaan teknologi Amerika serikat Apple dan google.

Setelah sempat mencapai titik tertingginya pada nilai $88 Milliar di akhir 2008. Nilainya terus turun akibat sekian lama merugi.

Pukulan telak didapat dari iphone besutan apple yang saat itu masih dinahkodai sang legenda Steve Jobs.

Ditambah google yang terus mengembangkan sistem operasi android berbasis open source.

Tak ketinggalan, “luka” tersebut diperparah oleh bergabungnya microsoft ke industri sejenis. Raksasa software bermarkas pusat di Seattle itu merespon dengan melahirkan windows phone.

BBM4ALL: Skenario Tes Pasar dan Nasionalisme ala Kanada

Semua orang tahu, BBM adalah senjata utama perangkat Blackberry. Tak sedikit yang berkomentar, membukanya ke berbagai lintas platform hanya akan mempercepat kematian raksasa teknologi asal kanada itu. Sesederhana: menggali kubur sendiri.

Namun tak banyak yang mampu menebak bahwa sesungguhnya ada tujuan lain mengapa BBM4all itu dilakukan.

1. Nilai jual suatu chat platform adalah kuadrat jumlah usernya. (Ini yang saya pelajari dari Pak Izac Jennie, founder Nexian Messangger)

2. Sehingga langkah itu dilakukan untuk mengetahui POTENSI nilai perusahaan apabila BBM juga tersedia di platform lain.

Apabila dua poin tersebut tersolusikan setidaknya akan mudah menemukan harga murah namun rasional sebagai kompensasi menebus blackberry d.h Research in Motion.

Respon pasar terhadap BBM4all menurut perkiraan saya ikut mempengaruhi langkah nasionalisme Fairfax (sebuah perusahaan holding finansial) dalam proses akuisisi blackberry.

Tak mengherankan apabila “Penjualan” perusahaan teknologi itu termasuk Salah satu Transaksi Pembelian Termurah (sumber:kompascom) mengingat transaksi ini sebenarnya adalah langkah penyelamatan aset berharga nasional oleh orang Kanada sendiri.

Kanada, yang begitu nasionalis. Langkah cerdas menyelamatkan aset bangsa sendiri. Tepat. Cepat. Mengingat, begitu isu penjualan blackberry mengemuka tak sedikit perusahaan asing yang mengincar pembelian blackberry. Tak terkecuali microsoft yang baru saja memangsa nokia. Paten teknologi ikut jadi alasan mengapa perusahaan peluncur OS 10 ini masih diminati.

Keputusan sudah diambil. Blackberry selamat dari kepemilikan dominan oleh asing.

Mungkin saja, orang kanada itu belajar dari tangisan rakyat irlandia. Kesedihan yang masih segar di ingatan kita semua.

Ingatan tentang Nokia, divisi, paten, dll yang baru saja berpindah tangan ke microsoft dengan kompensasi yang terlalu murah untuk konglomerasi nasional berusia ratusan tahun.

Ah, sepertinya nun jauh di sana, Amerika gigit jari. Simple: skenario Nokia urung terjadi pada blackberry.

Semoga, bangsa ini bisa belajar sesuatu dari nasionalisme nyata ala orang kanada itu.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s