Sihir Hitam bernama Kebencian

Tentang kebencian. Bagus untuk direnungkan.

“Jangan kebanyakan benci ah ga baik”
Kata-kata diatas itu kata-kata klise.
Tapi bener.

Kita menyeberang ke era orde baru.
Era dimana presiden kita Soeharto.
Kata sebagian orang sih dia diktator.
Sebagian.

Pada zaman beliau organisasi keagamaan dikebiri aktivitas-nya.
Kumpul-kumpul dirumah langsung dicurigai.
Baik itu pengajian, acara natal, ataupun agenda keagamaan sejenisnya.
Ga cuma itu aja.
Ga ada yang namanya kebebasan berbicara dan berekspresi.
Dulu ada yang namanya Departemen Penerangan.
Tugasnya menyensor berita, film, acara tv,  radio atau media lain-nya.
Sensor bukan berkaitan dengan pornografi, kekerasan, atau sejenisnya.
Tapi biar konten yang ditampilkan di TV ga mencela pemerintah.
Itu semua menurut beliau ( Presiden Soeharto) bertujuan buat meredam radikalisme.

Pastinya banyak yang protes.
Soeharto banyak dibenci. Karena otoriter.
Mulai dari kalangan agamis, seniman, pers, banyak yang menentang.
Tapi apa daya ancaman-nya hotel prodeo. Penjara.

Rezim Soeharto akhirnya jatuh.
Ga perlu diceritakan ulang apa penyebabnya.
Segala aturan diberlakukan.
Hal-hal yang lebih terbuka.

View original post 139 more words

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s