Mengenal 3 Konteks Komunikasi Tiyang Jawi: Semu Mentri, Esem Bupati, lan Dupak Kuli

Dalam kebudayaan Jawa, ada beberapa filosofi atawa konteks yang mesti dipahami.

Orang jawa, apalagi generasi senior memang tak semua memakai pendekatan terus terang. Konteks komunimasi mereka tinggi, halus.

Mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, semu mentri.

Komunikasi kategori ini contohnya apabila bertemu saja, beliau sudah memalingkan muka. Kita mesti harus langsung mencari tau. Kira-kira hal apa yang keliru.

Kedua, Esem Bupati

Komunikasi konteks ini biasanya berbentuk pernyataan atau pernyataan halus. Keinginan disampaikan secara implisit.

Contohnya? “Ndo, aku kok lupa ya jalan ke Sate Hadori? Pernyataan itu bisa saja berarti “Aku mau ke Hadori, yuk kamu temani.”

Ketiga, Dupak kuli

Nah yang terakhir ini konteks komunikasi paling rendah. Langsung ke maksud yang dituju. Karena apa? Pendekatan yang pertama dan kedua sama sekali tak dipahami.

Contohnya?
“Sudahlah, skripsi itu ndak usah yang sulit. Yang terpenting lulus.”

Begitulah pola komunikasi orang jawa, sesuai konteksnya masing-masing.Pripun, menurut Panjenengan?

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s