Tahun Ini, Aku yang “Terbelakang” Saat Mudik

Tahun ini, aku yang terbelakang saat mudik. Loh kok?

Mudik adalah ritual tahunan. Di mana sanak keluarga berkumpul semua. Silaturahmi hangat dan perbincangan berlalu lalang.

Diantara kebiasaan-kebiasaan itu. Akulah yang terbelakang saat ini. Sudah menjadi rahasia umum, saat mudik pertanyaan pemicu indikator kesuksesan diperantauan banyak dilontarkan.

“Kerja di mana?” , “Sebulan berapa gajinya?”, “Pacar siapa sekarang?” “Kapan nikah?” Dan segala macamnya.

Karena itulah parameter kesuksesan yang mereka kenal. Begitu umumnya.

Jika itu yang mereka pakai, maka Akulah yang terbelakang. Masih skripsi. Malu sekali. Memberi THR ke sana saudara yang lain pun belum mampu.

Jikalau bukan permintaan khusus ibu, aku sudah berencana tak pulang.

Entah sampai kapan lorong gelap ini berakhir. Lilin dalam genggamanku pun berangsur menipis. Ingin rasanya segera sampai di ujung lorong dengan siraman cahaya terang benderang.

Dibalik keriuhan ramadhan dan lebaran. Di sudut sisiku yang lain tersimpan kegelapan yang kuharap makin surut dan berubah menjadi terang.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s