Sejarah Skripsiku…

Sejarah Skripsiku..

Hari ini masih seperti malam-malam yang sama. Belajar demi skripsi. Sungguh, ini bukan pencitraan. Beneran.

Salah satu kejutan yang ada di skripsiku adalah, di luar dugaan harus mulai belajar bahasa pemrograman. 

Kesimpulan tersebut diambil setelah beberapa kali berkonsultasi ke dosen pembimbing. Dan juga ke CTO Nolimitid, sebuah perusahaan IT tempat di mana saya minta data.

“Lho? Sebenarnya skripsimu ngapain sih, Nan? Kok lama bener perasaan?”

Gini, di awal mengerjakan skripsi di akhir medio hingga akhir tahun 2010. Skripsiku mengambil tema twitter analysis. Apa objeknya? Akun twitter @infoIMTelkom yang diprakarsai oleh @madalkatiri ..

Saat  itu, aku melihat, twitter merupakan tools potensial untuk penyampaian informasi. Namun terbatas 140 karakter.  Sehingga aku berpikir bahwa twitter saja tidak cukup. Apabila terlalu panjang informasi yang disampaikan maka diperlukan sesuatu yang belakangan nanti kukenal dengan istilah landing page. Di saat yang bersamaan aku dan teman-teman sekelompok mata kuliah SCD membuat mediakampusimt.wordpress.com sebagai sarana berbagi informasi di IM Telkom.

Maka, saat itu aku membujuk Achmad yang kebetulan akan off beberapa saat karena yang bersangkutan terpilih menjadi traveller dalam program Aku Cinta Indonesia yang diadakan oleh media online terdepan di negeri ini, detikcom.

Saat itu, twitter infoIMTelkom dibuat dengan format grup tweet. Kirim DM langsung otomatis terposting menjadi status. Di satu sisi, itu langkah cerdas. Memfasilitasi freedom of speech. Namun, di sisi lain informasi tersaji tanpa filter. Benar dugaanku, beberapa bulan setelah akun itu aktif memberikan informasi, sekitar Oktober 2010 salah seorang follower mengirim dm (yang tentu otomatis menjadi status) berisi makian ke pihak sekretariat.

Sejak itu, informasi yang disampaikan melalui InfoIMTelkom tak langsung otomatis menjadi status. Dipilah. Disortir, diolah sehingga pada saat disajikan masih berada dalam koridor yang sesuai dengan norma yang berlaku.

Sambil berjalan, sembari data dikumpulkan.

Entahlah, barangkali aku yang kurang gigih. Saat itu teori dan referensi terkait twitter belum banyak ditemukan. Referensi  dalam bahasa Indonesia pun susah sekali dicari. Teori, konsep dan model  terkait twitter masih begitu langka. Salah satu buku yang kudapatkan saat itu adalah karangan Joel Comm. Membahas twitter secara garis besar dari sisi praktis. Bukan teoritis apalagi akademis. Negeri ini memang miskin literatur dan referensi ilmiah akan hal baru.

Karena dirasa sulit, maka pada bulan Mei 2011, objek penelitian dialihkan ke students.imtelkom.ac.id. Sebuah portal informasi yang ditinggalkan oleh pemilik dan kreator lama. Tidak laku. Sharing informasi dalam format forum kalah telak oleh kaskus.

Saat itu, menulis informasi atau berita seputar kampus belumlah populer. Barangkali, dianggap tak penting. Tapi aku melihat peluang itu. Setiap informasi terkait kampus harus dicatat di web miliknya sendiri.  Selain itu memungkinkan agar informasi bisa diakses 24 jam sehari 7 hari seminggu bahkan di luar jam operasional  kampus. Satu lagi, secara mengejutkan hal tersweebut berdampak positif pada peringkat webometrics kampus.

Lagi-lagi, terbentur aspek teori dan keranigka pemikiran. Entahlah apa yang saya teliti diannggap tak jelas litelaturnya. Teori tentang portal berita online juga tak banyak saat itu. Pioneer sekaligus praktisi di bidang ini pun jauh-jauh kutemui ke Kuningan Jakarta di sela-sela waktu luangnya. Upaya tak kenal lelah berujung skripsiku yang tak pernah di acc. Walau pada akhirnya ide yang ada dalam karya tulis itu diterapkan juga di prodi saat ini. Prodi tertentu di kampusku berniat membuat portal berita. Apa yang menjadi objek penelitianku.

Sampai akhirnya kini, waktu bimbingan dengan pembimbing lama habis. Tak lagi bisa diperpanjang. Ganti pembimbing baru.  Terserah sudah, yang penting lulus. Dikenalkan dengan hal yang sama sekali baru. SNA (Social Network Analysis). Skripsi diulang dan belajar dari awal. Semoga lancar dan selesai November ini.

Sambil mengetik sambil belajar bahasa pemrograman Python. Mengapa python? Aku jelaskan di post selanjutnya. Yang ini sudah terlalu panjang kurasa.

 

 

 

 

 

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s