“Beragama atau… tersesat dalam dogma?”

Banyak melihat rasa takut. Manusia sekarang banyak yang takut tuhan.

Kalau banyak yang takut Tuhan, kenapa masih banyak yang mencuri? Kenapa masih terlalu banyak yang bersaing, bukan bersatu?

Pertanyaan untuk direnungkan.

“Apakah mungkin seseorang berani mendekati dan mencintai siapa yang mereka takuti..?”

Perhatikanlah anak kecil itu, apa mungkin ia berkata “Mom, I love you..” kalau ibunya sendiri menakutkan.

“Maka takutlah kamu kepada allah.”, hampir tiap waktu per hari jumat dikumandangkan itu peringatan.

Apakah kita yang salah menterjemahkan rasa takut?

Sehingga masih ada yang curang dalam timbangan, curang dalam ujian.

Benar-benar beragama atau sebatas terperangkap dalam dogma dan ritualnya? Sehingga masih ada yang harus maling ayam untuk makan.

Apa mereka segitu tidak percayanya pada sang pemberi rejeki sehingga harus mengambil yang bukan haknya?

Aku tidak takut pada Tuhan. Tapi aku cinta padaNya sehingga kuturuti apa mauNya. Dan begitu pula ia yang cinta padaku. Tak pernah meninggalkanku sedetikpun, sejengkalpun.

Kadang aku iri dengan mereka yang datang ke gereja. Tuhan yang mereka kenal begitu lemah lembut dan penyayang.

Karena aku sadar. Cinta tak mungkin tumbuh dari diri mereka yang ketakutan.

Adakah yang berpikiran sama?

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s