Nasionalisme: Pedang Bermata Dua

Tumpahan pemikiran ini merasa: ada yang janggal.

Gold, gospel, glory dan upaya perluasan kekuasan era imperial nyaris bersamaan. Sengaja ditebar sebagai trigger nasionalisme.

Munculah kaum penjajah, dan kaum terjajah.

Saat di mana inlander seolah tak kuasa hadapi penjajah.

Kerajaan a lawan sang imperial, b pun demikian, c pun begitu dan seterusnya

Tapi ada yang aneh.

1. Adu domba tak mungkin dijalankan oleh mereka yang kuat.

2. Pernahkah kita berpikir, seberapa besar kekuasaan dan wilayah yang di eliminir? Untuk dijadikan satu atap?

Poin kedua inilah mata pedang yang lain dari nasionalisme.

Di satu sisi, nasionalisme bagus sebagai alat pemersatu.

Di sisi lain, berapa banyak pemerintahan, kekuasaan dan wilayah yang jadi tumbal.

Indonesia, jepang, dan beberapa negara lain yang terbentuk atas dasar unifikasi mengalami pola yang sama.

Bayangkan jikalau ratusan kerajaan itu masih ada hingga sekarang. Barangkali mengeruk kekayaan alam suatu negara takkan semudah ini.

image

Dunia di dalam kepala sukarno barangkali ada 3 bagian: Barat-timur dan tengah. Dengan indonesia sebagai penguasa di blok tengah.

Barangkali karna itulah ia diburu, diancam bunuh dan dilempar granat.

Sukarno tau banyak hal, sayang seribu sayang: kisah dan tulisan tentangnya banyak hilang.

Entahlah.

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s