Warung Ikan Bakar Wuenaak Itu Tersembunyi di Gang Budi Luhur

Wuah.. akhirnya terjawab sudah. Beberapa minggu belakangan, selain kangen gebetan, hati ini juga dihinggapi rasa kangen makan ikan yang luar biasa.

Beralasan. Bandung yang ku tinggali saat ini jauh dari laut. Cari masakan berbahan ikan yang memanjakan lidah, susahnya ampun-ampunan.

Sampai akhirnya perut ini keroncongan saat berkunjung ke kosan teman di gang budi luhur kawasan setiabudhi.

Di tepi jalan, kulihat pria paruh baya berwajah jawa terlihat sibuk mempersiapkan warungnya.

“Waini..” seruku dalam hati begitu melihat tenda dengan tulisan IKAN BAKAR yang merah menyala mencuri perhatianku.

Gampang ditemukan. Masuk gang budi luhur seberang jogja setiabudhi. Pertigaan pertama, belok kiri. Nah persis di kanan jalan, jauh sebelum kosan milik Bu Tobing tempat rekan sejawatku tinggal.

image

“Lha mas, buka jam berapa?” Tanyaku penasaran. “Bentar lagi mas, jam 6 sore biasa sudah siap”, jawabnya sigap.

Kulihat ada berbagai macam ikan di sana. Lele,kembung, krisi, kerapu, kakap, dll. Beda ikan tentu beda harga. Bahkan ada ayam dan tahu tempe bagi yang tak suka ikan.

“Kalau mau ikan bakar, yang enak apa?”, tanyaku penasaran.

“Enak ikan otong mas!”, jawabnya semangat sembari mempersiapkan segala sesuatunya.

“Manut!”, jawabku segera. Perut ini sudah minta diisi.

Ikan otong atau biasa disebut ayam-ayam, dipilihkan yang paling besar 0.6kg. Ikan yang memang sudah dibumbui itu lalu digoreng singkat. setengah matang saja. Bersamaan dengan arang yang sudah siap, maka dibakarlah.

image

“Hahaha Kurang ajar! Salah ini nunggu di sini, bau sedapnya ke mana-mana”, Batinku berbisik. Kutelan air liur berkali-kali selama menanti. Tersiksa 30 menit yang tak sia-sia.

image

Tada ! Otong bakar lengkap diidangkan dengan nasi panas, lalap dan dua macam sambal: sambal kecap dan sambal tomat.

“Hap.. hap hap..”, nyuuuus…. lahap makannya. Wuenak tenaaaan.. ikannya gurih, bumbunya meresap dan yang mengherankan sama sekali tidak amis. Nggak tau dah diapain tuh ikan.

Saking enaknya, diajak ngobrol mas Kirno pun aku cuek. Semua celotehannya kubiarkan lewat saja di telinga hahaha.. Luar biasa !

Benar saja, tak lama berselang warga sekitar hilir mudik datang memesan. Tempat ikan yanv semula penuh kulihat, isinya mulai habis perlahan-lahan.

Soal harga? Murah. Etong Rp 17.500,00 nasi Rp 2.500,00. Kenyang dengan modal uang dua puluh ribuan.

Alhamdulillah! Doaku tak lama terjawab. Kini ku tau, kemana kalau hati ini dilanda rindu, kerinduan akan ikan bakar.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

3 thoughts on “Warung Ikan Bakar Wuenaak Itu Tersembunyi di Gang Budi Luhur”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s