Surat cinta kiriman ke sepuluh.

Selamat pagi. Aku sedang merapikan skripsi. Untuk kuajukkan ke pembimbing pagi ini.

Oh iya… adrenalinku meningkat. Detak berdegup tiap detik. Are you ok, right there?

Perasaanku masih sama, kerinduan yang mendalam. Sedalam apa? Bingung menjelaskannya. Aku tak tau,  coba bayangkan pasir hisap. Ilustrasi yang cukup tepat. Menurutku.

Oh iya, aku bingung. Kenapa kita mesti berlomba dalam ego? Kenapa? Kamu seperti sengaja memamerkan kedekatanmu dengan seseorang. Seseorang yang liar, nakal. Maafkan, aku terlalu terus terang….

Diam-diam: “Sialan!”, makiku dalam hati. Sambil mengusap kepala… (yang isinya denial), kepala yang berusaha mengingkari itu semua.

Aku menyesal menolak pelukkanmu waktu itu. Semua gara-gara gengsiku! Salahkan dia.

Sejujurnya, aku merindumu… sangat. Seperti utara merindukan selatan saat ketemuan.

Aku tau kita berbeda, semoga suatu ketika nanti…Tuhan menakdirkan kita, sebagai titik temu, yang tak pernah berakhir.

Indigo belahan jiwamu.

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s