Dikala air mataku, melereng di pipimu.

“Aku rindu saat air mataku bergulir, melereng di pipimu. Penuh luapan emosi, keluar dari raga yang diam.

Tak mengapa, yang terpenting…. kita sedekat itu.”

Berujung dibibirmu, yang tersenyum dan selalu mampu menenangkanku.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s