Mencoba memahami maksud Habibie tentang energi terbuka dan tertutup

“Saya bicara energi yang terbuka, ada life, tertutup adalah sebuah materi. Sebelum jadi materi, dia life, hidup,”- Habibie di 1000 hari Ainun.

Source:

http://m.detik.com/news/read/2013/02/15/231250/2171640/10/ekspresi-kerinduan-habibie-di-peringatan-1000-hari-meninggalnya-ainun

Menurut saya ini menarik. Dan memang Habibie benar.

Energi terbuka dan tertutup. Jadi ingat, semua benda/materi “menyimpan”energi potensialnya.

Semesta dan segala isinya ini adalah kumpulan kombinasi energi, yang diterjemahkan berbeda-beda melalui perantara indra oleh otak manusia.

Setiap materi yang ada di dunia yang tercipta adalah energi yang tertutup. Tak “hidup”.

Lalu, beliau berujar: Energi terbuka adalah life. Setuju, terbuka karena materi tersebut bergerak, berinteraksi, terpengaruh oleh gerakan energi lain yang ada disekelilinginya.

Simplenya begini, misalnya kita ambil contoh materi tertutup itu batu. Ketika ia “diam” di dimensi alam dunia, kita menyentuhnya, tak sakit kan?

Bayangkan saat batu itu dilempar  (membuka potensi energinya), saat menimpa materi berenergi lainnya (manusia) maka terjadi aksi reaksi.

Tumbukan energi, berhubung manusia dibekali syaraf dan diterjemahkan sebagai tumbukan dan dipersepsikan sebagai contoh rasa sakit, maka kerasa sakit deh. Haha

Manusia adalah sekumpulan materi bernama tanah (energi tertutup); yang kemudian menjadi terbuka sejak ditiupkan ruh. Suatu yang luar biasa bernama ruh itulah yang membuat materi tanah ini menjadi “hidup” yang mekanisme energinya terbuka sesuai sunatullah (hukum yang berlaku di dimensi dunia) hingga waktu yang ditentukan.

Dengan kata lain: Ketika materi yang tertutup kemudian terbuka dan saling berinteraksi sehingga memenuhi kreteria makhluk hidup yang ada di dimensi alam dunia ini, ia disebut hidup.

Maka logislah: Dari tanah kembali ke tanah. Dan innalilahi wa inna ilaihi rajiun pun demikian.

“Sebelum jadi materi dia life, hidup” benar karena habibie mengambil patokkan dari semasa ainun masih berada di dimensi yang sama dengan kita. Alias masih “hidup” di sini, alam dunia ini.

Kini, materi/raga bu ainun itu tak lagi menyatu dengan ruhnya sehingga ia berpindah dimensi yang membuat energi ruh tetap berlangsung.

Maka benarlah Pak Habibie. Di suatu tempat, dengan ketentuan dimensi berbeda dari apa yang ada disini dan memungkinkan roh itu senantiasa menjadi energi terbuka. Bu Ainun masih “hidup”.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s