Sundere? Aku? Mungkin.

Beberapa hari yang lalu, sahabatku sakit. Cukup parah. Trombositnya seperti lift yang meluncur dari penthouse pencakar langit. Anjlok. Dari normal sekian ratus ribu hingga hanya tersisa 61 ribu saja.

Sampai di kosannya, bukannya ucapan simpati atau empati yang keluar dari lisan ini. Malah: “Duh! Sakitmu ndak elit! Makanya jangan suka makan makanan expired, bang! Untung kamu gak mati!

Aku baru sadar. Punya satu kebiasaan. Susah berkata-kata manis di depan orang, terutama bagi yang sudah terasa dekat. Istilah dalam bahasa jepang: Sundere.

Baru sekian hari berselang, ada orang dekat lain yang sakit lambung. Bukannya kata-kata manis, malah ungkapan ketus,sudah beberapa hari tak ada kabar darinya. Sejujurnya, aku begitu mengkhawatirkannya. Sangat.

Bukan tanpa alasan, pola makan tak teratur yang sempat ia lakukan, mengingatkanku pada tante yang terserang tumor jinak akibat kebiasaan serupa.

Aku… hanya tak ingin hal itu terjadi lagi, membiarkan apa yang seharusnya bisa kucegah malah terulang. apalagi dia yang harus mengalami.

Haha sudahlah, kucukupkan tulisanku ini di sini. Semoga gambar ini bisa berkata lebih banyak. :p

image

Advertisements

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s