Mengenang Masa Idealis: Tentang Pasangan yang kuidamkan

Soal idealis, ya, aku memang dulu begitu. Kelewat ideal. Seakan ada tali yang mengikat kencang di kepala ini. Termasuk soal pasangan yang kuidamkan.

Entah, pasangan ideal yang ada di benakku selalu:

Tak terlalu tinggi
Cerdas
Pinter masak
Cantik
Mau berurusan dengan pekerjaan rumah
Sesama indigo
Pandangan mata yang indah
Dst dst

Serasa mustahil tapi Tuhan maha kuasa: Ada, aku sudah mengenalnya.

Tapi memang pada hakikatnya, tak ada yang sempurna. Egonya kelewat tinggi. Ada hal tertentu yang.. tak bisa kujelaskan sekarang.

Lalu timbul pertanyaan:”Jika ia sudah merasa sangat sempurna, masih kah ia butuh saya?” Akankah kami, interdependen satu sama lain nanti?”

Dari situ, aku banyak belajar dan menurunkan ego. Gengsi pun demikian, hanya akan menyakiti diri sendiri. Lebih enak bersikap apa adanya dan jadi diri sendiri.

Selain itu, aku sadar, ada yang jauh lebih penting dari sekedar kriteria.

Memiliki mimpi yang sama, berjuang di jalur yang sama, saling support satu sama lain, berbagi kebahagiaan, itu lebih penting.

Tak terlalu tinggi
Cerdas
Pinter masak
Cantik
Mau berurusan dengan pekerjaan rumah
Sesama indigo
Pandangan mata yang indah

Apalah arti kriteria jika itu semua membatasimu dari pilihan-pilihan yang membuatmu jauh lebih bahagia?

Aku merasa bahagia ketika landscape pikiran ini terbuka lebih luas. Asyik meningkatkan value, memperluas pergaulan, lebih terbuka terhadap lebih banyak kemungkinan, mensyukuri apa yang terjadi, dan… menikmatinya.

Aku tak berpikir, punya status hubungan secara formal dengan seseorang sebelum menikah mendukungku melakukan hal yang kuungkapkan di satu paragraf sebelumnya. Kecuali ada yang bisa memberiku kebebasan, kepercayaan dan tanggung jawab untuk melakukannya.

Terasa anti mainstream? tapi setidaknya saat ini aku lebih bahagia dengan pilihan tersebut.

Aku yang sekarang sangat enjoy dan bahagia dengan kelonggaran yang terjadi.

Sampai akhirnya aku sadari, permintaan yang terbaik adalah dengan bersyukur dengan apa yang terjadi namun tetap dengan tujuan hidup yang pasti.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s