Hanya Sebuah Prosa: Diriku, Dirimu. Perlahan Menyatu

Semenjak malam itu. Tiap kali kita bertemu, perlahan kau menanam bagian dari diriku ke dalam dirimu. Itulah mengapa aku merasa tak utuh, bila kita jauh.

Getaran jiwa itulah yang kurasakan. Jauh akan jarak tak seberapa menyiksa.

Jauh sesungguhnya: adalah jika diantara jiwa kita, tiada lagi.. saling terkoneksi.

Aku tau, dibalik sudut tatapanmu yang terdalam, di sana aku kan senantiasa bersemayam. Sejauh apapun pergi, selalu ada alasan Tuhan, agar kita menyatu kembali.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s