This Morning: “Geef Mij Maar Nasi Goreng!”

Hari ini bangun pagi 05.30 beberes rumah, cuci piring, nyapu dll. Sekilas tak ada yang aneh.

Sekitar pukul 09.00 semua beres. Barulah terasa ada yang aneh. Biasanya, jam segini Angie, adikku sudah pergi.

Apalagi tugas mendesain baju, dari nol sudah mendekati H-2. Sebentar lagi deadline.

Tak seperti biasanya, dia masih saja di kamar. Terasa ganjil. Iseng aku masuk, masih berselimut. Ku pegang jidatnya, hangat. Dia sakit.ūüė¶

Buru-buru ku mention dia di twitter. Masih terlelap. Tak ingin bisikkan ku membangunkannya.

Memang beberapa hari sebelumnya ia terlihat sangat sibuk. Ke tukang payet lah, tukang jahit lah, beli bahan hingga tengah malam pun dilakukannya. Kelelahan.

Hati sedikit tenang karena ada iken, -sahabat baiknya yang selalu setia menemani. Terima kasih iken.

Kemarin, Angie seharian menemani ibuk. Iya, ibuk ke Bandung. Mengunjungi kami sambil belanja ini dan itu.

Bahkan kemana-mana mereka berdua. Aku sengaja tak ikut-ikutan. Adakalanya girls day out. Aku paham, ini waktu yang tepat. Ibuk butuh refreshing di tengah kesibukkan rangkaian acara dharma wanita, juga adek dengan seabrek kewajiban kuliahnya. Di situ aku ingat: Saat adek antar ibuk ke pool travel, dia kehujanan.

Tadinya aku mau langsung berangkat ke apotek. Actived hijau cukup ampuh. Tapi ternyata masih ada, batal pergi.

Kupikir dia bangun sebentar lagi. Biasanya kami gantian menyiapkan sarapan seadanya, tergantung dari apa yang kami punya.

Karena dia sakit, sementara masih ada nasi, yasudah. Nasi goreng saja. Pikirku simple.

Aku ke dapur menyiapkan semuanya. Meracik bumbunya, menghaluskan di ulegkan, menumis, dan membuatkan dadar gulung (omelet) kesukaan si sakit.

image

Haha, aku senang adek melahapnya sampai habis. Sempat lesu saat kutanya aku dapat skor berapa untuk masakanku. “Tujuh..”, katanya. Kupikir nggak begitu enak, tap ternyata….

“Nggak ada sosis dll nya sih :p”, lanjutnya lagi.

“Hahaha, gundulmu! Yaudah deh, besok aku beli… “, Bathinku diam-diam walau hanya simpul kecil di bibir yang keluar.

Selesai sarapan, ditutup dengan dessert manis, sepotong kue untuk berdua. Sederhana, tapi kami bahagia.

image

Oh iya, sambil masak tadi, aku berani nyanyi, simple. Karena ga ada orang lain di rumah.

Lagu ini bercerita tentang nasi goreng, lebih tepatnya orang Belanda yang ngidam nasi goreng. Some how, aku menyukainya.

Suatu saat aku ingin bisa jalan-jalan ke Belanda. Belanda begitu indah dengan.kincir angin, tulip, dan sepeda yang berlalu lalang di tengah kota.

Well, ini lagu dan artinya (yang kira-kira) seperti ini (*Semoga tak ada mahasiswa sastra belanda yang baca, hahaha ! ) :

Toen wij repatrieerden uit de gordel van  smaragd (ketika kami pulang kembali dari Indonnesia)

Dat Nederland zo koud was hadden wij toch nooit gedacht ( kami tidak mengira kalau Negri Belanda sangat dingin)

Maar ‘t ergste was ‘t eten. Nog erger dan op reis (Yang paling parah adalah makanannya. lebih parah dari pada makanan di perjalanan)

Aardapp’len, vlees en groenten en suiker op de rijst( kentang, daging dan sayur dan nasi pakai gula)

refr.:

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei (Beri aku nasi goreng saja, dengan telor goreng)

Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij ( dengan sambal dan krupuk dan segelas bir)

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei(beri aku nasi goreng saja)

Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij ( dengan sambal dan krupuk dan segelas bir)

Geen lontong, sate babi, en niets smaakt hier pedis (gak ada lontong, sate babi, gak ada rasa pedes)

Geen trassi, sroendeng, bandeng en geen tahoe petis (gak ada trassi, srundeng, bandeng, dan tahu petis)

Kwee lapis, onde-onde, geen ketella of ba-pao( kué lapis, ondé-ondé, gak ada singkong atau bak-pau)

Geen ketan, geen goela-djawa, daarom ja, ik zeg nou(gak ada ketan, gak ada gula jawa, makanya aku bilang:

refr.

Ik ben nou wel gewend, ja aan die boerenkool met worst (tapi sekarang aku sudah biasa dengan kobis dan saucis)

Aan hutspot, pake klapperstuk, aan mellek voor de dorst ( hutspot, dengan kelapa diparut, dengan susu)

Aan stamppot met andijwie, aan spruitjes, erwtensoep (stamppot dengan sayur andijwie, spruitjes, sop erwtens)

Maar ‘t lekkerst toch is rijst, ja en daarom steeds ik roep
(tapi bagaimanapun juga nasilah yang paling enak.

Maka aku selalu bilang: refr….

Ya, terima kasih, nasi goreng! And of course, Gws…
Angie!

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s