Konsep Teknologi Masa Depan: Sistem Untuk Hadapi Banjir & Kekeringan Sekaligus

Sedang mengerjakan skripsi dan tiba-tiba jenuh. Daripada memaki keadaan, mencoba menuliskan inspirasi yang sempat terpikirkan.

Sebelum, menuliskannya lebih jauh, mari sedikit bercerita apa latar belakang tulisan ini digoreskan.

Bandung dan Jakarta tempat hidupku sekarang sedang diguyur hujan. Sering.

Hujan identik dengan kegalauan, kegelisahan, persiapan hadapi bencana. Intinya: mereka di luar sana masih sering memaki hujan.

Sementara, di sisi lain, ada.orang atau perusahaan yang mampu menjual air mineral Rp.500,-/220ml di dalam gelas plastik. Berapa banyak air yang didapat dari satu kali hujan?

Tapi semua punya hikmah. Keluhan mereka membuatku menoleh sesaat. Walau aku belum bisa berbuat banyak, setidaknya aku masih bisa berpikir jernih, melihat gambaran besar dari berbagai sisi, mencoba menemukan solusi dan menuliskannya di sini.

Mengapa kutulis?

Supaya tidak lupa, tentu saja. Ketika datang kesempatan untuk merealisasikannya, kenapa tidak?

Mungkin saja, suatu saat ada yang membaca tulisan ini dan terinpirasi. Membuatkannya jadi kenyataan. Alhamdulillah, amal jariyah.

Atau

Bisa saja aku senasib dengan da vinci dan beberapa pemikiran gila di masanya. Terdengar gila sekarang, tapi banyak terpakai di masa mendatang.

Seperti Wright bersaudara, yang ditertawakan saat mereka membayangkan masa kini di masa mereka hidup: terbang dengan burung besi yang disebut pesawat.

Jadi, mari kita mulai,

Inspirasinya dari QS Yusuf 46-49.

:يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَّعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya”.

:قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِي سُنبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُون

Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

:ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُون

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

:ثُمَّ يَأْتِي مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُون

Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur”.

 

Apa maksudnya?

Dari sini kita pelajari bahwa salah satu keseimbangan alam adalah hujan dan kemarau datang silih berganti.

Maka dari itu, saat hujan datang, simpanlah untuk persediaan menghadapi kekeringan.

Bagaimana caranya?

1. Idealnya, hal seperti ini disiapkan terlebih dulu sebelum penduduk masuk.

Di atas tanah merupakan hal termudah untuk menangkap hujan. Sejauh ini sudah berjalan. Bendungan.

Tapi setidaknya, ada 3 kekurangan bendungan.

a. Butuh lahan yang luas
b. Tak mudah memindahkan air bendungan ke tempat lain
c. Air bendungan tidak resisten oleh cahaya matahari, ada yang menguap.

Mari berpikir terbalik,

Tempatkan penampung air itu di bawah tanah. Setidaknya poin a dan c terjawab.

Mahal memang tapi setidaknya, lebih menghemat daripada ongkos ganti rugi saat bendungan dibuat.

2. Memanfaatkan sifat alamiah air yang mengalir dari atas ke bawah, kita butuh drainase yang punya sistem buka tutup.

Ya, energi yang dibutuhkan untuk menampung air di bawah tanah lebih kecil daripada mengalirkannya ke atas. Karena sifat alamiah air tersebut.

Saat hujan datang, simpan airnya di dalam tanah. Tutup saat penampungan penuh.

3. Paradigma: 10 cangkir kecil lebih mudah dipindahkan daripada sebuah tandon air.

Artinya, duplikasi sistem penampungan tersebut ke setiap unit kecil yang memungkinkan.

Semisal, setiap perumahan memiliki 10 penampungan air hujan bawah tanah yang cukup untuk 300 KK

4. Buat itu semua terintegrasi satu sama lain

Terintegrasi di sini meliputi:

a. Terhubung antar satu bak penampungan ke yang lain.

b.sistem penampungan yang saling terhubung antara satu perumahan ke yang lain.

c. Jika memungkinkan, jejaring penampungan air itu semakin besar hingga menghubungkan kota yang satu ke kota yang lain. (Intercity water pipe).

Jadi jika suatu kota/daerah kekeringan dapat mengalirkan air dari daerah lain yang sedang diterpa hujan.

Teknologi pendukung lainnya.

1. Ahli IT teknologi monititoring persediaan air secara digital. Membuka tutup sistem drainase secara digital. Membuat sistem terintegrasi untuk menerjemahkan perintah saat mengalirkan air ke cluster/kota lain.

2. Ahli fisika material dan konstruksi sipil untuk memastikan bahan yang kuat dan tahan lama.

3. Ahli hidrologi. Untuk memastikan kondisi air selalu terjamin dan dipantau secara berkala.

4. Ahli fisika nuklir. Untuk menyediakan energi tambahan saat mengalirkan air ke tempat yang sangat jauh. Energi yang dibutuhkan untuk mengalirkan air berbanding lurus dengan jaarak yang ditempuh.

*1gr nuklir yang terolah cukup untuk menyalakan TV selama 10 tahun tanpa henti.

Ini ilustrasi yang paling mendekati untuk menggambarkan teknologi yang kumaksud.

image

Bayangkan, tiap kotak putih itu adalah penampungan air bawah tanah yang saling terhubung. Dikelola dan dimonitor secara digital. Maka terjawablah poin b.

Suatu saat, insya allah terwujud. Aamiin. Walau bisa jadi tidak persis 100% begini.

Author: nandonurhadi

Menyediakan info-info untuk anda dalam berbagai kategori. Yang insya allah bermanfaat untuk kita semua ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s